Strategi Adaptif Keamanan Maritim Indonesia dalam Mengantisipasi Eskalasi Konflik Laut Tiongkok Selatan dan Dampaknya Terhadap Stabilitas Sea Power, Human Security, Marine Environment, dan Economic Development
Downloads
Eskalasi konflik di Laut Tiongkok Selatan menjadi salah satu tantangan utama keamanan maritim kawasan Indo-Pasifik yang berpotensi memengaruhi stabilitas politik, ekonomi, lingkungan, dan keamanan manusia. Konflik tersebut tidak hanya melibatkan klaim teritorial antarnegara, tetapi juga berkaitan dengan rivalitas geopolitik global, kebebasan navigasi, keamanan jalur perdagangan internasional, serta eksploitasi sumber daya laut. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dan negara yang berbatasan dengan Laut Natuna Utara memiliki kepentingan strategis dalam menjaga stabilitas kawasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi strategi keamanan maritim Indonesia saat ini dalam mengantisipasi eskalasi konflik Laut Tiongkok Selatan serta merumuskan strategi adaptif yang mampu memperkuat stabilitas Sea Power, Human Security, Marine Environment, dan Economic Development. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi keamanan maritim Indonesia telah menunjukkan kemajuan melalui penguatan patroli maritim, diplomasi regional, dan pengembangan kesadaran domain maritim, namun masih menghadapi tantangan berupa integrasi data maritim yang terbatas, luasnya area pengawasan, dan meningkatnya persaingan geopolitik. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan Maritime Domain Awareness, diplomasi maritim adaptif, pembangunan ketahanan ekonomi maritim, perlindungan lingkungan laut, serta pemberdayaan masyarakat pesisir merupakan elemen penting dalam membangun resiliensi keamanan maritim Indonesia. Dengan menerapkan prinsip implementasi kebijakan keamanan maritim serta pendekatan empat matriks Christian Bueger, Indonesia dapat mengembangkan strategi adaptif yang mampu menjaga stabilitas keamanan maritim nasional dan mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045 sebagai negara maritim yang kuat, aman, dan berdaya saing global.
Copyright (c) 2026 Fitry Taufik Sahary, Lukman Yudho Prakoso, Ceppi Hilmansyah, Yusnaldy Yusnaldy, Koko Komarudin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



