Analisis Penggunaan Base Isolation untuk Struktur Mid-Rise Building Tahan Gempa

Isolasi Dasar Rumah Sakit SNI 1726-2019 Gaya Geser Dasar

Authors

July 16, 2026

Downloads

Wilayah Indonesia merupakan daerah yang rawan gempa. Karena itu, bangunan gedung di Indonesia harus dibangun dengan baik agar tahan gempa. Dengan perkembangan teknologi dalam perencanaan bangunan tahan gempa, telah dikembangkan suatu alternatif desain untuk mengurangi resiko kerusakan bangunan akibat gempa, dan mampu mempertahankan integritas komponen struktural dan non-struktural terhadap gempa kuat. Alternatif konsep pendekatan perencanaan yang telah digunakan banyak orang adalah dengan menggunakan isolasi dasar. Pada penelitian ini ingin mengetahui keunggulan sistem struktur dengan isolasi dasar dibandingkan dengan sistem struktur konvensional serta dalam rangka menentukan isolasi dasar yang paling cocok untuk struktur bangunan tingkat menengah rumah sakit di Indonesia. Metode analisis yang dipakai yaitu dengan dengan memodelkan 4 model struktur yang terdiri dari 2 model struktur rumah sakit 5 lantai baik dengan sistem konvensional maupun sistem terisolasi dan 2 model struktur rumah sakit 7 lantai baik dengan sistem konvensional maupun sistem terisolasi dengan menggunakan perangkat lunak ETABS 18.1.1 dan berdasarkan SNI 1726-2019. Dari hasil penelitian diperoleh gaya geser dasar menggunakan sistem terisolasi berkurang sebesar 60.51% untuk arah x dan 57.28% untuk arah y dari sistem konvensioanl pada model rumah sakit 5 lantai. Sedangkan untuk model rumah sakit 7 lantai, diperoleh gaya geser dasar menggunakan sistem isolasi dasar berkurang sebesar 58.09% untuk arah x dan 57.83% untuk arah y dari sistem konvensional.