Percepatan Pencapaian Akses Sanitasi Aman dan Keberlanjutan Berbasis Masyarakat di Kabupaten Mempawah
Downloads
Sanitasi yang aman merupakan hak dasar dan fondasi penting bagi kesehatan masyarakat serta kualitas hidup. Di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, tantangan signifikan masih ditemukan dalam akses terhadap jamban sehat dan sistem pengelolaan air limbah yang aman. Data Tahun 2023 menunjukkan bahwa sekitar 35 persen rumah tangga di daerah perdesaan belum memiliki akses ke sanitasi dasar yang layak, dengan beberapa desa bahkan masih mempraktikkan buang air besar sembarangan (BABS) di sungai, kebun, atau area terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi komprehensif guna mengatasi tantangan keberlanjutan sanitasi di Kabupaten Mempawah dengan fokus pada penguatan pasca-ODF, penguatan kelembagaan, dan pengintegrasian inovasi teknologi dan pendanaan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan data sekunder dari Badan Pusat Statistik, Dinas Kesehatan, dan dokumen perencanaan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terjadi peningkatan akses sanitasi, masih terdapat kesenjangan signifikan antara akses layak (92,75 persen) dan akses aman (0 persen) karena belum tersedianya Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Penelitian ini juga menemukan bahwa hanya 19 dari 67 desa/kelurahan yang berstatus ODF (28,35 persen), dengan risiko slippage yang tinggi akibat lemahnya pemeliharaan perilaku dan sarana. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa diperlukan penguatan tata kelola sanitasi yang menempatkan desa dan masyarakat sebagai aktor utama, didukung oleh perencanaan lintas level pemerintahan, kelembagaan yang kuat, serta skema pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan.
Copyright (c) 2026 Basuki Rachmat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



