Resiliensi Pertahanan Laut Nirmiliter Indonesia dalam Menghadapi Disrupsi Rantai Pasok Global Akibat Konflik Geopolitik Internasional Melalui Sinergi Pemerintah, Industri Maritim, dan Masyarakat Pesisir
Downloads
Perkembangan lingkungan strategis global menunjukkan peningkatan disrupsi rantai pasok maritim akibat konflik geopolitik internasional, seperti perang Rusia–Ukraina, konflik Laut Merah, ketegangan Laut Tiongkok Selatan, serta rivalitas strategis Amerika Serikat dan Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik. Situasi tersebut berdampak terhadap stabilitas perdagangan internasional yang sebagian besar bergantung pada transportasi laut. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki kerentanan sekaligus peluang strategis dalam menjaga keberlanjutan rantai pasok maritim nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pertahanan laut nirmiliter Indonesia dalam menghadapi disrupsi rantai pasok global serta merumuskan strategi resiliensi yang diharapkan melalui sinergi pemerintah, industri maritim, dan masyarakat pesisir. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi saat ini masih menghadapi tantangan koordinasi kelembagaan, integrasi data maritim, serta kesiapan masyarakat pesisir. Strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan Maritime Domain Awareness, transformasi digital maritim, pembangunan ekosistem logistik nasional yang tangguh, dan kolaborasi pentahelix untuk memperkuat keamanan maritim Indonesia.
Copyright (c) 2026 Muhammad Ali, Lukman Yudho Prakoso, Hudiarto Krisno Utomo, Hidayaturrahman Hidayaturrahman, Wisnu Pramandita

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



