Strategi Peningkatan Pengelolaan Sampah di Tolitoli dalam Mewujudkan Masyarakat Resilien terhadap Bencana dan Perubahan Iklim

Pengelolaan Sampah Resiliensi Bencana Perubahan Iklim Ekonomi Sirkular Toli-Toli

Authors

July 1, 2026

Downloads

Toli-Toli menghadapi tantangan serius berupa tingginya volume sampah yang tidak terangkut, yakni sekitar 50 ton per hari dari total timbulan 150-200 ton per hari. Kondisi ini diperburuk oleh rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah serta keterbatasan sarana dan prasarana pengangkutan. Akibatnya, penumpukan sampah di saluran drainase dan sungai menjadi pemicu utama meningkatnya frekuensi dan durasi banjir di wilayah perkotaan, yang memberikan dampak kerugian ekonomi dan kesehatan bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode analisis Urgency, Seriousness, Growth (USG) untuk menentukan prioritas masalah dan pendekatan logic model untuk mengevaluasi program kebijakan. Kerangka teoritis yang digunakan meliputi Theory of Planned Behavior (TPB) untuk memahami perilaku masyarakat, Teori Difusi Inovasi, serta prinsip Education for Sustainable Development (ESD). Hasil pembahasan merumuskan rekomendasi kebijakan komprehensif yang mendorong transisi dari paradigma pengelolaan tradisional "kumpul-angkut-buang" menuju ekosistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Strategi utama mencakup penguatan regulasi pemilahan sampah di sumber, modernisasi teknologi pengolahan sampah di TPA dari open dumping menjadi sanitary landfill, serta peningkatan kemitraan strategis dengan sektor swasta melalui Bank Sampah dan fasilitas TPS 3R. Implementasi strategi ini diharapkan dapat mencapai target pengurangan sampah sebesar 30% pada tahun 2025, sekaligus meminimalisir risiko bencana banjir guna mewujudkan lingkungan hidup yang resilien dan berkelanjutan di Kabupaten Toli-Toli.