Kolaborasi Multi-Sektor dalam Mengatasi Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Putus Sekolah (APS): Studi Kasus Peran PKBM Belantik Jelai di Kecamatan Jelai Hulu Periode 2020–2025

PKBM Belantik Jelai Pendidikan Kesetaraan ATS APS Kolaborasi Multi-Sektor IGA

Authors

August 5, 2026

Downloads

Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Putus Sekolah (APS) masih menjadi tantangan sosiologis dan edukatif di wilayah kecamatan Jelai Hulu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Belantik Jelai dalam mengatasi permasalahan ATS dan APS di Kecamatan Jelai Hulu sepanjang periode 2020–2025 melalui penyelenggaraan program Paket A, B, dan C. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini membedah strategi kolaborasi multi-sektor yang dirintis sejak tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi formal antara PKBM dengan institusi pendidikan (SMAN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4 Jelai Hulu, SMPN 3 Marau, SDN 17, dan SDN 5 Jelai Hulu) serta institusi non-pendidikan (Kantor Camat Jelai Hulu dan KSBSI PT Fape) berhasil menciptakan sistem pelacakan, motivasi, dan pengalihan peserta didik yang efektif. Keberhasilan model kolaborasi masif ini diakui secara nasional melalui penghargaan Innovative Government Award (IGA) dari Kementerian Dalam Negeri pada tahun 2021. Secara praktis, luaran klinis program ini berhasil mencetak alumni kompeten yang terserap di sektor korporasi, birokrasi pemerintahan, hingga melanjutkan ke jenjang strata satu (S1) menjadi tenaga pendidik.