Studi Kelayakan Pengembangan Kawasan Rest Area Trans Papua
Downloads
Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengelolaan potensi ekonomi, dampak ekonomi dan sosial, serta tahapan pengembangan kawasan rest area di koridor Trans Papua segmen Wamena–Muara Tami. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran kuantitatif dan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk data kuantitatif serta reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pengembangan rest area ditentukan oleh pemilihan lokasi strategis, penataan zonasi fungsi, dan ketersediaan infrastruktur dasar dan ekonomi yang memadai. Penerapan zonasi pelayanan, ekonomi, dan logistik yang terintegrasi, serta penguatan kelembagaan lokal melalui BUMDes atau koperasi adat, terbukti mendorong optimalisasi UMKM dan distribusi manfaat ekonomi yang lebih merata bagi masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP). Pengembangan rest area memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan melalui peningkatan peluang usaha, pendapatan masyarakat, dan akses pasar produk lokal. Hasil analisis kelayakan menunjukkan nilai NPV positif sebesar Rp6,30 miliar, BCR 1,42, dan IRR 17,97%, dengan tingkat penerimaan masyarakat, partisipasi, dan dukungan kelembagaan pada kategori layak. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan rest area berbasis masyarakat lokal dan adat serta penguatan kelembagaan untuk memastikan keberlanjutan ekonomi dan sosial di koridor Trans Papua.
Copyright (c) 2026 Endra Wati Sampa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



