Kajian Kapasitas Saluran Drainase di Kota Wamena
Downloads
Kota Wamena sebagai ibu kota Provinsi Papua Pegunungan mengalami permasalahan genangan air setiap musim hujan, terutama di kawasan Pasar Wamena. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kapasitas tampung saluran drainase eksisting, menganalisis sistem jaringan drainase primer, dan mengevaluasi kesesuaiannya terhadap SNI 03-3424-1994. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei lapangan. Pengukuran elevasi dasar saluran dilakukan menggunakan teodolit pada Sta 0+000 sampai 0+600 dengan titik ikat BM elevasi 1650.000 mdpl. Analisis kapasitas hidrolis dilakukan dengan membandingkan debit saluran eksisting terhadap debit rencana periode ulang 5 tahun menggunakan Metode Rasional. Hasil penelitian menunjukkan kemiringan dasar saluran primer berkisar 0.0050–0.0060 atau 0.50%–0.60%, telah memenuhi persyaratan minimum SNI 03-3424-1994 untuk saluran pasangan batu. Profil memanjang tidak menunjukkan adanya cekungan atau fenomena backwater. Namun, kapasitas hidrolis saluran eksisting sebesar 1.2 m³/s lebih kecil dari debit rencana Q5 = 2.1 m³/s, sehingga terjadi luapan di Sta 0+200 Pasar Wamena. Penyebab utama genangan bukan pada kemiringan dasar saluran, melainkan pendangkalan dan penyempitan penampang basah akibat sedimentasi. Saluran drainase Kota Wamena memenuhi SNI secara geometrik, namun belum mampu menampung debit rencana secara hidrolis. Direkomendasikan normalisasi saluran dan penambahan kolam retensi di hulu.
Copyright (c) 2026 Martinus Huby

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



