Strategi Pemasaran Produk Pemanfaatan Budidaya Ikan Lele sebagai Usaha Kuliner di Desa Wisata Batu Kumbung Kecamatan Lingsar Lombok Barat
Downloads
Desa Wisata Batu Kumbung memiliki potensi unggulan dalam budidaya ikan lele yang telah ditetapkan sebagai desa wisata berbasis perikanan air tawar (mina wisata) melalui Surat Keputusan Bupati Lombok Barat Nomor 188.45/226/DISPAR/2022. Namun, pemanfaatan hasil budidaya sebagai usaha kuliner masih menghadapi tantangan dalam hal pemasaran, sehingga diperlukan strategi yang tepat untuk meningkatkan daya saing produk. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemasaran produk budidaya ikan lele (Clarias sp.) sebagai usaha kuliner di Desa Wisata Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, FGD, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan metode SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama terletak pada ketersediaan bahan baku yang stabil dan inovasi produk olahan, sementara kelemahan mencakup keterbatasan modal dan belum optimalnya pemasaran digital. Peluang berasal dari perkembangan pariwisata dan dukungan teknologi informasi, sedangkan ancaman meliputi kenaikan harga pakan dan persaingan usaha. Strategi yang direkomendasikan adalah strategi SO melalui optimalisasi digital marketing, inovasi produk dan kemasan, serta pengembangan wisata edukasi. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan memperkuat identitas desa sebagai destinasi kuliner berbasis perikanan.
Copyright (c) 2026 Anak Agung Putu Gede Puja Anggara, Anak Agung Ketut Alit Pujawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



