Hubungan Lama dan Jarak Membaca dengan Kejadian Miopia pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2024
Downloads
Prevalensi miopia terus meningkat secara global, khususnya pada kelompok dewasa muda dengan aktivitas akademik intensif seperti mahasiswa kedokteran. Lama membaca dan jarak membaca merupakan faktor perilaku yang sering dikaitkan dengan kejadian miopia, namun penelitian yang mengkaji kedua variabel tersebut secara bersamaan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama membaca dan jarak membaca dengan kejadian miopia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2024. Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dilakukan terhadap 75 responden yang dipilih menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur berbasis Google Form dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73,3% responden memiliki riwayat diagnosis miopia dan 74,7% membaca selama ?2 jam per hari. Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara lama membaca dengan kejadian miopia (p = 0,000), sedangkan jarak membaca buku (p = 0,108) dan perangkat digital (p = 0,141) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Temuan ini mengindikasikan bahwa lama membaca merupakan faktor perilaku yang lebih dominan dibandingkan jarak membaca terhadap kejadian miopia pada mahasiswa kedokteran. Institusi pendidikan disarankan untuk mendorong kebiasaan membaca yang sehat, khususnya membatasi durasi membaca berkelanjutan, sebagai upaya preventif dalam menjaga kesehatan mata mahasiswa.
Copyright (c) 2026 Agisni Shafira Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



