Mengapa Tingginya Investasi Infrastruktur belum Mampu Mendorong Peningkatan Daya Saing Kawasan Industri di WM Surabaya?
Downloads
Penelitian ini membahas fenomena tingginya investasi infrastruktur di Wilayah Metropolitan (WM) Surabaya yang belum mampu secara optimal meningkatkan daya saing kawasan industri. Meskipun kawasan ini memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian Jawa Timur dan nasional, berbagai indikator menunjukkan bahwa peningkatan investasi belum diikuti oleh efisiensi logistik, peningkatan investasi industri, maupun penguatan daya saing regional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan antara besarnya investasi infrastruktur dengan capaian daya saing kawasan industri, serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab yang mempengaruhi ketidakefektifan tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan dukungan data kuantitatif melalui analisis deskriptif, komparatif, dan gap analysis terhadap data sekunder seperti PDRB, tingkat okupansi kawasan industri, serta pertumbuhan sektor manufaktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi infrastruktur masih didominasi oleh pembangunan konektivitas makro, sementara kebutuhan mikro industri seperti utilitas, pengelolaan lingkungan, dan konektivitas first-mile dan last-mile belum terpenuhi secara optimal. Selain itu, faktor non-infrastruktur seperti lemahnya koordinasi lintas sektor, ketidakpastian regulasi, serta belum optimalnya sistem perizinan turut menjadi hambatan utama. Kesimpulannya, peningkatan daya saing kawasan industri memerlukan pendekatan kebijakan yang lebih terintegrasi antara pembangunan infrastruktur dan reformasi tata kelola investasi.
Copyright (c) 2026 Shahnaz Acrydiena

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



