Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Gedi Merah (Abelmoschus manihot L.) terhadap Gambaran Histopatologik Hati Tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang di Induksi Diet Tinggi Lemak
Downloads
Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) merupakan gangguan hati yang ditandai oleh akumulasi lemak berlebih pada hepatosit akibat pola makan tinggi lemak dan gangguan metabolisme lipid. Peningkatan prevalensi NAFLD menjadi masalah kesehatan global sehingga diperlukan pengembangan terapi alternatif berbasis bahan alam. Daun gedi merah (Abelmoschus manihot L.) diketahui mengandung flavonoid, polifenol, dan tanin yang berpotensi sebagai hepatoprotektor melalui aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun gedi merah terhadap gambaran histopatologik hati tikus Wistar yang diinduksi diet tinggi lemak. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan rancangan post-test only control group design terhadap 24 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok kontrol negatif diberikan diet tinggi lemak, sedangkan kelompok perlakuan diberikan ekstrak daun gedi merah dosis 150 mg/kgBB dan 450 mg/kgBB selama 21 hari. Pengamatan histopatologik hati dilakukan menggunakan pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok kontrol negatif mengalami steatosis, infiltrasi sel radang, nekrosis, dan fibrosis yang berat. Pemberian ekstrak daun gedi merah mampu memperbaiki kerusakan histopatologik hati secara dosis-dependen, dengan dosis 450 mg/kgBB menunjukkan perbaikan paling optimal. Disimpulkan bahwa ekstrak daun gedi merah memiliki efek hepatoprotektif terhadap kerusakan hati akibat diet tinggi lemak.
Copyright (c) 2026 Kerin Hana Rondonuwu, Maria Kristanti Sambuaga, Nur Anindhita Kurniawaty Wijaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



