Hubungan antara Pola Konsumsi Dairy Products dengan Derajat Keparahan Akne Vulgaris pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

dairy products pola konsumsi derajat keparahan akne vulgaris

Authors

April 2, 2026

Downloads

Latar Belakang: Akne Vulgaris (AV) adalah gangguan peradangan kulit kronis yang umum pada unit pilosebaceous. AV menduduki peringkat ke-8 secara global dengan jumlah penderita mencapai 9,4% populasi dunia dan 87,5% di Indonesia. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam terjadinya AV adalah dairy products. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi dairy products dengan derajat keparahan AV pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 87 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi yang menderita akne vulgaris dan dipilih menggunakan metode probability stratified random sampling. Pola konsumsi dairy products dinilai menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan derajat keparahan AV dinilai menggunakan klasifikasi Lehmann et al. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi 5% (? = 0,05). Hasil: penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki derajat keparahan akne vulgaris ringan (63,2%), diikuti derajat sedang (29,9%) dan berat (6,9%). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa konsumsi susu full cream (? = –0,038; p = 0,727), susu low fat (? = –0,055; p = 0,612), susu skim (? = –0,108; p = 0,317), yogurt (? = 0,029; p = 0,791), keju (? = –0,174; p = 0,107), dan es krim (? = –0,028; p = 0,795) tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan derajat keparahan akne vulgaris. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi dairy products dengan derajat keparahan akne vulgaris pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.