Krisis Representasi dan Oligarki: Analisis Wacana Kritis dalam Slogan Demonstrasi Mahasiswa
Downloads
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena krisis representasi di Indonesia, di mana lembaga perwakilan dinilai gagal menyerap aspirasi publik dan cenderung melayani kepentingan oligarki. Hal ini memicu gelombang demonstrasi mahasiswa dengan tuntutan "17+8 Tuntutan Rakyat". Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana kritis dalam slogan demonstrasi mahasiswa serta relevansinya dengan prinsip keadilan ekonomi dan pendidikan kewarganegaraan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka terhadap dokumen ilmiah, slogan demonstrasi, dan publikasi terkait gerakan mahasiswa tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan strategi kognitif melalui metafora (seperti "demokrasi dikremasi") dan kosakata keagamaan untuk membingkai realitas politik. Wacana dibangun melalui oposisi biner yang mengontraskan gaya hidup hedonis elit dengan penderitaan rakyat, yang selaras dengan kritik terhadap pelanggaran difference principle dalam teori keadilan John Rawls. Selain itu, aksi ini diidentifikasi sebagai manifestasi keberhasilan pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk literasi kewarganegaraan (civic literacy). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa slogan demonstrasi bukan sekadar retorika, melainkan alat diskursif efektif untuk menuntut pemulihan substansi demokrasi yang terdistorsi oleh dominasi fraksi partai.
Copyright (c) 2026 Jonathan Jonathan, Rangga Pasha Pasha, Reza Juliandry Juliandry, Abdurrachman Amby Amby, Fad’hal Khalid Khalid

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



