Analisis Kritis Terhadap Implementasi Pendidikan Karakter di Indonesia: Mengapa Sekolah Gagal Membentuk Moralitas?
Downloads
Pendidikan karakter telah ditetapkan sebagai mandat fundamental dan pilar strategis dalam arsitektur sistem pendidikan nasional Indonesia, yang secara operasional diwujudkan melalui program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan integrasi Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka. Meskipun kerangka regulasi telah disusun secara komprehensif, realitas empiris di lapangan memperlihatkan adanya paradoks yang mencolok antara idealisme kebijakan dengan outcome perilaku peserta didik. Eskalasi fenomena degradasi moral yang semakin variatif, mulai dari perundungan fisik dan siber (cyberbullying), tawuran yang berevolusi menjadi kriminalitas terorganisir, hingga perilaku koruptif yang melibatkan kaum terpelajar, mengindikasikan adanya kegagalan sistemik dalam proses internalisasi nilai di institusi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif bukti-bukti empiris kegagalan pendidikan karakter dan menganalisis faktor determinan penyebabnya melalui pendekatan manajemen pendidikan. Penelitian ini mengadopsi metode studi kepustakaan (library research) dengan menelaah dokumen laporan resmi pemerintah, hasil survei berskala nasional maupun internasional, serta literatur ilmiah yang relevan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kegagalan pendidikan karakter di Indonesia terkonfirmasi oleh stagnasi skor PISA pada domain iklim sekolah dan kedisiplinan, lonjakan drastis angka kekerasan anak berdasarkan data KPAI dan FSGI, serta stagnasi Indeks Persepsi Korupsi yang mencerminkan rapuhnya integritas publik. Analisis kausalitas menunjukkan bahwa kegagalan ini bukan peristiwa tunggal, melainkan akibat dari dominasi hegemoni aspek kognitif dalam sistem evaluasi pembelajaran, ketidaksiapan kompetensi dan mentalitas guru sebagai figur teladan (role model) akibat beban administratif, serta adanya disonansi nilai yang tajam antara narasi sekolah dengan realitas sosial dan lingkungan keluarga.
Copyright (c) 2026 Bariroh Barid, Eko Handoyo, Fathur Rokhman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



