Hubungan Tingkat Pengetahuan Tata Laksana Penyakit Diare Terhadap Kerasionalan Swamedikasi Penyakit Diare Pada Masyarakat Desa Karang Anyar Lumajang
DOI:
https://doi.org/10.59141/cerdika.v6i1.2834Keywords:
Pengetahuan, Tata laksana diare, Swamedikasi, Kerasionalan obatAbstract
Diare merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang sering ditangani melalui swamedikasi. Namun, kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai tata laksana diare dapat menyebabkan penggunaan obat yang tidak rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tata laksana diare terhadap kerasionalan swamedikasi pada masyarakat Desa Karang Anyar Lumajang. Desain penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 75 responden dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis dengan uji Kendall’s Tau. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tata laksana diare dengan kerasionalan swamedikasi (p<0,05). Tingkat pengetahuan masyarakat tentang tata laksana diare tergolong cukup dengan persentase 71,62%, sedangkan kerasionalan swamedikasi tergolong baik dengan persentase 77,73%. Koefisien korelasi Kendall's Tau sebesar 0,876 menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara kedua variabel. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin baik pengetahuan masyarakat mengenai tata laksana diare, maka semakin rasional pula tindakan swamedikasi yang dilakukan. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya intervensi edukasi kesehatan berbasis komunitas untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya dalam praktik swamedikasi yang aman dan rasional.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dia Ayu Putri Ruri Lestari, Misgiati Misgiati, Agung Permata

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




