Review Jurnal Lumpur Pemboran Berbasis Air Water Based Drilling Mud Journal
DOI:
https://doi.org/10.59141/cerdika.v6i1.3205Keywords:
Lumpur Berbasis Air, Lumpur Berbasis Minyak, Material Sirkulasi Los, Barit, CaCO3Abstract
Lumpur pemboran berbasis air (Water-Based Mud/WBM) menawarkan alternatif yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan dibanding lumpur berbasis minyak (Oil-Based Mud/OBM) dalam operasi pengeboran minyak dan gas. Namun, tantangan teknis seperti stabilitas formasi, kehilangan sirkulasi, serta dampak lingkungan dari aditif kimia masih menjadi kendala utama. Penelitian ini mengkaji efektivitas formulasi WBM melalui tinjauan sistematis terhadap tiga studi utama: perencanaan WBM dengan barit dan CaCO? untuk formasi bertekanan tinggi (Junianto dkk., 2017), analisis toksisitas WBM dengan barit dan KCl (Miranti dkk., 2014), serta studi penggunaan CaCO? dari cangkang telur sebagai aditif alami (Rante dkk., 2024). Hasil kajian menunjukkan bahwa formulasi WBM dengan barit dan CaCO? efektif dalam mencegah kick dan lost circulation pada pengeboran formasi bertekanan tinggi. Namun, uji toksisitas mengungkap bahwa beberapa formulasi WBM melebihi batas aman kandungan logam berat, khususnya Cu dan Pb, yang berpotensi mencemari lingkungan. Di sisi lain, penggunaan CaCO? dari cangkang telur sebagai aditif alami terbukti mampu meningkatkan plastic viscosity dan yield point secara signifikan, sekaligus mengurangi filtrate loss, dengan dampak lingkungan yang lebih rendah. WBM memiliki potensi besar sebagai lumpur pemboran yang efisien dan berkelanjutan, dengan catatan bahwa formulasi aditif harus dioptimalkan baik dari aspek teknis maupun lingkungan. Penggunaan bahan alami seperti CaCO? dari cangkang telur dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan performa reologi sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Rekomendasi pengujian toksisitas dan regulasi yang ketat terhadap kandungan aditif kimia diperlukan untuk memastikan keberlanjutan penggunaan WBM dalam industri pengeboran.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dimas Wahyudi, Baiq Maulinda Ulfah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




