Efektifitas Stimulasi Jigsaw Puzzle Therapy Terhadap Fungsi Kognitif Lansia Tunawisma di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 Serta Tinjauannya Menurut Pandangan Islam
DOI:
https://doi.org/10.59141/cerdika.v6i2.2971Keywords:
Jigsaw Puzzle Therapy, fungsi kognitif, lansia, MMSE, intervensi non-farmakologis, tinjauan IslamAbstract
Penurunan fungsi kognitif merupakan masalah umum pada lansia, terutama pada kelompok tunawisma yang tinggal di panti sosial. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas stimulasi Jigsaw Puzzle Therapy terhadap fungsi kognitif lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 serta meninjau intervensi ini dari perspektif Islam. Metode penelitian menggunakan pra-eksperimental One Group Pretest–Posttest Design dengan total 38 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Pengukuran fungsi kognitif dilakukan menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor MMSE (p = 0,000) dan kemampuan menyusun puzzle (p = 0,000). Sebelum intervensi, 42,1% responden mengalami gangguan kognitif, namun setelah terapi seluruh responden berada dalam kategori yang lebih baik tanpa gangguan berat. Hasil ini menegaskan bahwa Jigsaw Puzzle Therapy mampu meningkatkan perhatian, memori, dan kemampuan visuospasial lansia. Dari tinjauan Islam, intervensi ini selaras dengan prinsip hifz al-‘aql (menjaga akal) dalam maqashid al-syari’ah, sehingga stimulasi kognitif dipandang sebagai upaya yang dianjurkan untuk merawat kesehatan mental lansia. Dengan demikian, terapi puzzle merupakan intervensi sederhana, murah, menyenangkan, dan efektif untuk meningkatkan fungsi kognitif serta layak diimplementasikan sebagai program rutin di panti werdha.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Amanda Zahwa Shakira, Rw Susilowati, Dini Widianti, Ali Ma'sum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




