Kepemimpinan Rasul Paulus dalam Perspektif Etika, Manajemen, dan Administrasi Gereja Masa Kini

Authors

  • Januario Da Costa Sekolah Tinggi Theologi IKAT

DOI:

https://doi.org/10.59141/cerdika.v6i2.2965

Keywords:

Kepemimpinan Paulus,, Etika Kristen,, Manajemen Gereja,, Administrasi Gereja,, Pelayanan Jemaat

Abstract

Kepemimpinan dalam gereja masa kini menghadapi berbagai tantangan, termasuk krisis integritas, ketidakefektifan manajemen, dan lemahnya sistem administrasi. Rasul Paulus, sebagai pemimpin gereja mula-mula, menawarkan model kepemimpinan yang holistik dengan memadukan etika, manajemen, dan administrasi secara seimbang. Penelitian ini mengkaji kepemimpinan Rasul Paulus dalam perspektif etika, manajemen, dan administrasi gereja masa kini. Melalui analisis teologis dan praktis, ditemukan bahwa Paulus memadukan integritas moral, strategi pelayanan, dan sistem administrasi yang transparan untuk membangun jemaat yang sehat dan dinamis. Studi ini menegaskan relevansi model kepemimpinan Paulus dalam menghadapi tantangan gereja kontemporer, terutama terkait dengan pembinaan karakter pemimpin, manajemen pelayanan, dan akuntabilitas administrasi. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan kepemimpinan gereja lokal yang berakar pada prinsip-prinsip Alkitab. Kepemimpinan Rasul Paulus memberikan paradigma yang relevan dan alkitabiah bagi gereja masa kini. Sintesis antara spiritualitas, strategi pelayanan, dan ketelitian administratif dalam kepemimpinan Paulus dapat menjadi landasan bagi pengembangan pemimpin gereja yang berintegritas, efektif, dan mampu menjawab tantangan pelayanan di era modern. Penelitian ini merekomendasikan penerapan prinsip-prinsip kepemimpinan Paulus dalam pembinaan karakter, pengelolaan pelayanan, dan sistem administrasi gereja yang transparan dan bertanggung jawab.

Downloads

Published

2026-02-09

How to Cite

Da Costa, J. (2026). Kepemimpinan Rasul Paulus dalam Perspektif Etika, Manajemen, dan Administrasi Gereja Masa Kini. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 6(2), 585–597. https://doi.org/10.59141/cerdika.v6i2.2965