Landasan Psikologi dalam Pembelajaran Seni: Teori Perkembangan Kreativitas Anak
DOI:
https://doi.org/10.59141/cerdika.v6i1.2950Keywords:
Pembelajaran Seni SD,, Kreativitas Anak,, Teori Lowenfeld,, Teori Gardner,, Psikologi Pendidikan SeniAbstract
Artikel ini menganalisis landasan psikologi yang fundamental dalam pembelajaran seni di sekolah dasar (SD) dengan focus dengan teori perkembangan kreatifitas anak. Penelitian ini menggunakan metode studi Pustaka untuk mensitesis dua kerangka teoretis utama: teori perkembangan artistic oleh Viktor Lowenfeld dan teori kecerdasan majemuk (multiple intelegences) oleh Howard Gardner. Tujuannya Adalah membangun argumen bawa integrasi kedua teori ini menyediakan landasan pedagogis yang komperhensif bagi kurikulum seni di Tingkat dasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa Lowenfled memberikan kerangka diagnostik dengan memetakan tahapan perkembangan visual anak (pra-skematik, skematik, awal realisme), yang penting agar guru dapat mendukung ekspresi diri otentik tanpa menghambat proses kreatif alami. Sebaliknya, Gardner memberikan kerangka inklusif yang menegaskan seni (melalui kecerdasan special dan kinestetik) sebagai bentuk kecerdasan yang sah, menurut kurikulum yang kaya media untuk mengakomondasi beragam potensi anak. Sintesis kedua teori ini menyimpulkan bahwa pembelajarn seni yang efektif di SD harus bersifat sensistif perkembangan (Lowenfeld) dan majemuk (Gardner). Landasan psikologi ini mengarahkan guru untuk menjadi fasilitataor yang terinformasi yang tidak hanya menilai produk, tetapi juga memelihara proses kreatif sebagai manifestasi dari pertumbuhan kognitif dan perkembangan kecerdasan anak secara holistik.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sri Murwati, Hartono Hartono, Wahyu Lestari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




