Peluang dan Tantangan Gereja dalam Mewartakan Injil di Era Digital dan Teknologi (Pembinaan terhadap Jemaat GEKISIA di Bengkulu Kota)
DOI:
https://doi.org/10.59141/cerdika.v6i1.2940Keywords:
Pengabdian masyarakat, literasi digital, jemaat gereja, penginjilan digital, Gekisia BengkuluAbstract
Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas literasi digital jemaat Gereja Kristen Injili di Indonesia (GEKISIA) Bengkulu Kota dalam menghadapi tantangan dan peluang pewartaan Injil di era digital. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya pemahaman jemaat terhadap literasi digital, minimnya pemanfaatan media sosial untuk tujuan Rohani khususnya pewartaan, serta keterbatasan keterampilan membuat konten digital. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, sosialisasi, pelatihan literasi digital, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tiga aspek utama. Sebelum pelatihan, 42,4% jemaat memiliki literasi digital rendah, 45,5% belum memanfaatkan media sosial untuk rohani, dan 53,0% belum mampu membuat konten digital. Setelah pelatihan, terjadi pergeseran positif di mana 57,6% jemaat berada pada kategori literasi digital tinggi, 51,5% aktif menggunakan media sosial untuk rohani, dan 43,9% mampu menghasilkan konten digital sederhana. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pembinaan literasi digital terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas jemaat untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana penginjilan. Namun, keterbatasan waktu dan cakupan peserta menuntut adanya program pendampingan berkelanjutan agar dampak yang dicapai dapat lebih konsisten dan meluas.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hery Budi Yosef, Guntur Hamonangan Sahat Silaban, Endang Pasaribu, Kris Banarto, Merri Natalia Situmorang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




