Deteksi Potensi Keberadaan Air Bawah Permukaan Sebagai Rujukan Zona Rawan Longsor Menggunakan Metode Geolistrik di Desa Kupen, Grabag, Magelang

geolistrik resistivitas air bawah permukaan longsor Magelang

Authors

  • Tissia Ayu Algary
    tissiaayu@upnyk.ac.id
    Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, Indonesia, Indonesia
  • Ilham Nurdien Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Indonesia
September 23, 2025

Downloads

Desa Kupen, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang merupakan wilayah dengan kondisi geologi dan topografi yang rawan terhadap gerakan tanah. Salah satu faktor utama pemicu longsor di daerah tersebut adalah keberadaan lapisan jenuh air di bawah permukaan yang dapat berperan sebagai bidang gelincir. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mendeteksi potensi keberadaan air bawah permukaan sebagai dasar identifikasi zona rawan bencana longsor. Penelitian menggunakan metode geolistrik resistivitas dengan konfigurasi dipole–dipole, memanfaatkan alat resistivitymeter Syscall Pro 48 Channel. Pengukuran dilakukan pada dua lintasan yang saling berpotongan, yaitu lintasan horizontal sepanjang 480 meter dengan enam level kedalaman dan lintasan vertikal sepanjang 220 meter dengan tiga level kedalaman. Injeksi arus dilakukan selama 300 ms dengan tegangan maksimum 800 Volt. Hasil pengolahan dan interpretasi data menunjukkan adanya beberapa lapisan utama. Lapisan atas berupa tanah lempung (soil) dengan ketebalan 30–40 meter, namun kondisi litologi ini tidak homogen dan kurang kompak, sehingga rentan terhadap longsor. Di bawahnya, teridentifikasi lapisan jenuh air dengan ketebalan bervariasi antara 10–50 meter pada kedalaman 40–80 meter, yang berperan sebagai bidang gelincir potensial. Pada lintasan horizontal, ditemukan pula anomali resistivitas tinggi pada sekitar meter ke-240 yang diduga berupa batuan masif berukuran ± 40×10 meter pada kedalaman 5–6 meter. Keberadaan lapisan jenuh air tersebut mengindikasikan adanya zona dengan potensi longsor tinggi, terutama saat musim penghujan.