https://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/issue/feedCerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia2026-05-07T04:51:47+00:00Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesiacerdikapublikasiindonesia@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia</strong> in the form of research and can be accessed openly. This journal is published once a month by Publikasi Indonesia. </p> <p><strong>Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia</strong> provides a means for ongoing discussion of relevant issues that fall within the focus and scope of the journal that can be empirically examined. This journal publishes research articles covering multidisciplinary sciences, which include: Humanities and social sciences, Engineering, Health, Law, and medical sciences.<br />Journal has become a member of Crossref (Prefix: 10.36418) with Online ISSN <strong><a title="e ISSN" href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1610933445" target="_blank" rel="noopener">2774-6534</a></strong> and Print ISSN <strong><a title="ISSN" href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1610603508">2774-6291</a></strong></p>https://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/3164Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Gedi Merah (Abelmoschus manihot L.) terhadap Gambaran Histopatologik Hati Tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang di Induksi Diet Tinggi Lemak2026-05-04T03:20:31+00:00Kerin Hana Rondonuwukerinrondonuwu12@gmail.comMaria Kristanti Sambuagamksambuaga@unsratac.idNur Anindhita Kurniawaty Wijayakerinrondonuwu12@gmail.com<p>Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) merupakan gangguan hati yang ditandai oleh akumulasi lemak berlebih pada hepatosit akibat pola makan tinggi lemak dan gangguan metabolisme lipid. Peningkatan prevalensi NAFLD menjadi masalah kesehatan global sehingga diperlukan pengembangan terapi alternatif berbasis bahan alam. Daun gedi merah (Abelmoschus manihot L.) diketahui mengandung flavonoid, polifenol, dan tanin yang berpotensi sebagai hepatoprotektor melalui aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun gedi merah terhadap gambaran histopatologik hati tikus Wistar yang diinduksi diet tinggi lemak. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan rancangan post-test only control group design terhadap 24 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok kontrol negatif diberikan diet tinggi lemak, sedangkan kelompok perlakuan diberikan ekstrak daun gedi merah dosis 150 mg/kgBB dan 450 mg/kgBB selama 21 hari. Pengamatan histopatologik hati dilakukan menggunakan pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok kontrol negatif mengalami steatosis, infiltrasi sel radang, nekrosis, dan fibrosis yang berat. Pemberian ekstrak daun gedi merah mampu memperbaiki kerusakan histopatologik hati secara dosis-dependen, dengan dosis 450 mg/kgBB menunjukkan perbaikan paling optimal. Disimpulkan bahwa ekstrak daun gedi merah memiliki efek hepatoprotektif terhadap kerusakan hati akibat diet tinggi lemak.</p>2026-05-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Kerin Hana Rondonuwu, Maria Kristanti Sambuaga, Nur Anindhita Kurniawaty Wijayahttps://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/3183Gambaran Keberagaman Bakteri Sebelum dan Sesudah Mencuci Tangan pada Siswa-Siswi SDN Pluit 03 dan MA Istiqlal Jakarta dan Tinjauan Menurut Pandangan Islam2026-05-04T03:29:45+00:00Windi Juantiw.juanti29@gmail.comPratami Adityaningsaripratami.adityaningsari@yarsi.ac.idIke Irmawati Purbo Astutiike.2110@gmail.comAfrizal Twafrizal.tw@yarsi.ac.id<p>Tangan merupakan media utama penyebaran mikroorganisme yang dapat menyebabkan berbagai penyakit infeksi, khususnya pada anak usia sekolah. Kebiasaan mencuci tangan yang tidak dilakukan dengan benar meningkatkan risiko kontaminasi bakteri dan penularan penyakit. Dalam perspektif Islam, menjaga kebersihan termasuk bagian dari maq??id al-syar?‘ah, terutama dalam menjaga jiwa (?if? al-nafs). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberagaman bakteri sebelum dan sesudah mencuci tangan pada siswa-siswi SDN Pluit 03 dan MA Istiqlal Jakarta serta menganalisis efektivitas mencuci tangan dalam menurunkan jumlah bakteri. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan pre–post. Sampel berupa usapan tangan siswa sebelum dan sesudah mencuci tangan yang kemudian dikultur pada media pertumbuhan bakteri dan dianalisis menggunakan pewarnaan Gram. Data diperoleh melalui observasi, pemeriksaan laboratorium, dan kuesioner perilaku cuci tangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sampel mengalami penurunan jumlah koloni bakteri setelah mencuci tangan, meskipun beberapa sampel mengalami peningkatan akibat teknik mencuci tangan yang kurang tepat dan kemungkinan kontaminasi ulang. Bakteri Gram positif berbentuk coccus mendominasi hasil pemeriksaan sebelum dan sesudah mencuci tangan. Mencuci tangan efektif mengurangi keberagaman bakteri pada tangan siswa, namun efektivitasnya dipengaruhi oleh teknik mencuci tangan, durasi, dan kebiasaan higienis individu.</p>2026-05-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Windi Juanti, Pratami Adityaningsari, Ike Irmawati Purbo Astuti, Afrizal Twhttps://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/3254Penegakan Hukum Penyalahgunaan Narkoba di Wilayah Polres Pasangkayu Sulawesi Barat2026-05-04T03:40:55+00:00Dhimas Kriesna dhimaskriesna54@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab maraknya kasus narkoba di wilayah hukum Polres Pasangkayyu, Sulawesi Barat. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus dan metode kualitatif, penelitian ini menggali berbagai faktor yang mempengaruhi prevalensi narkoba melalui wawancara mendalam, analisis data statistik, dan observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mendorong meningkatnya kasus narkoba adalah tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran, lingkungan sosial yang tidak kondusif, serta rendahnya tingkat pendidikan yang berdampak pada kesadaran hukum masyarakat. Selain itu, penggunaan teknologi yang mempermudah peredaran narkoba melalui media sosial juga memperburuk keadaan. Penegakan hukum yang lemah dan kurangnya pengawasan di tingkat komunitas menjadi faktor penunjang lainnya. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan pendidikan dan penyuluhan masyarakat tentang bahaya narkoba, penyediaan peluang ekonomi, penguatan pengawasan sosial, serta peningkatan kapasitas aparat kepolisian dalam penggunaan teknologi untuk pemberantasan narkoba. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi upaya preventif dan penanggulangan narkoba di wilayah Polres Pasangkayu guna terciptanya masyarakat yang lebih aman dan sejahtera.</p>2026-05-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dhimas Kriesna https://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/3277Strategi Revitalisasi Pemasaran pada UMKM Kuliner Legendaris: Studi Kasus Warung Betawi "H. Jaja" Jakarta Selatan2026-04-28T07:59:21+00:00Bimayu Rati2410121018@mahasiswa.upnvj.ac.idAlfatih S. Manggabaranialfatihsikki@upnvj.ac.id<p>Sektor UMKM kuliner merupakan bagian penting dalam perekonomian kreatif urban dan berperan dalam pelestarian identitas budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi revitalisasi Warung Betawi “H. Jaja” sebagai kuliner tradisional Betawi yang mengalami penurunan pelanggan akibat perubahan preferensi konsumen dan minimnya digitalisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara dengan pemilik, karyawan, dan pelanggan, serta pengumpulan dokumentasi. Hasil analisis IFAS dan EFAS menunjukkan bahwa warung memiliki kekuatan pada cita rasa autentik, nilai historis (heritage), dan loyalitas pelanggan lama, sementara kelemahan utama berada pada aspek pemasaran digital, inovasi visual, serta absennya layanan pesan-antar berbasis aplikasi. Peluang eksternal mencakup peningkatan tren kuliner lokal, pertumbuhan wisata kuliner, dan digital food content, sedangkan ancaman berasal dari restoran kekinian, preferensi visual konsumen muda, dan dominasi media sosial dalam proses pengambilan keputusan. Analisis SWOT mengindikasikan perlunya strategi revitalisasi berbasis storytelling budaya, digital branding, dan integrasi platform delivery untuk memperluas segmentasi pasar tanpa menghilangkan karakter otentik warung. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi UMKM kuliner tradisional dalam mengadaptasi teknologi digital sembari mempertahankan identitas budaya lokal di era kompetisi modern.</p>2026-05-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Bimayu Rati, Alfatih S. Manggabaranihttps://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/3386Rekonstruksi Kewenangan Koordinatif dan Tata Kelola Integrasi Data Multi-Instansi dalam Pemenuhan Indeks Kesejahteraan Sosial (IKESOS) Kota Salatiga2026-05-04T04:03:20+00:00Hendrip Milagathemilaga@gmail.com<p>Indeks Kesejahteraan Sosial (IKESOS) merupakan instrumen komposit yang digunakan untuk mengukur capaian pembangunan kesejahteraan sosial daerah secara multidimensional. Karakter multi-sektoral IKESOS menuntut adanya integrasi data lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun di Kota Salatiga, Dinas Sosial sebagai leading sector menghadapi tantangan koordinasi sistemik yang disebabkan oleh lemahnya kewenangan formal, fragmentasi birokrasi, serta ketiadaan regulasi yang mengatur kewajiban berbagi data antarinstansi. Penelitian kebijakan ini bertujuan merumuskan intervensi kebijakan struktural untuk memperkuat tata kelola koordinasi dan integrasi data IKESOS. Penelitian menggunakan pendekatan analisis kebijakan dengan menelaah dinamika koordinasi kelembagaan, mekanisme kolaborasi antarorganisasi, serta tata kelola data pembangunan daerah. Hasil analisis menunjukkan bahwa akar permasalahan utama terletak pada belum adanya regulasi turunan di tingkat kota yang mengatur integrasi data dan mekanisme koordinasi lintas perangkat daerah. Melalui analisis prioritas masalah menggunakan metode Urgency, Seriousness, Growth (USG) serta evaluasi alternatif kebijakan, direkomendasikan penerbitan Peraturan Wali Kota tentang Integrasi Data dan Tata Kelola IKESOS. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat kewenangan koordinatif, menciptakan kewajiban berbagi data lintas OPD, serta mendorong terwujudnya sistem data kesejahteraan sosial yang terintegrasi, efektif, dan berkelanjutan.</p>2026-05-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hendrip Milagahttps://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/3439Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik Diwilayah Jakarta Selatan)2026-05-02T20:47:39+00:00Andi Silvanandisilvan.ugs@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan informasi berupa penjelasan yang lebih mendalam tentang pengaruh kecerdasan emosional terhadap kualitas audit. Dan memperoleh hasil dari olahan data seberapa besar pengaruh kecerdasan emosional terhadap kualitas audit. Penelitian ini diambil dengan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data yaitu data primer (kuesioner). Teknik analisis data yang digunakan pengujian instrumen (uji validitas dan reliabilitas), uji data (normalitas), dan uji metode (koefisien korelasi, koefisien determinasi, linearitas, uji persamaan regresi linear sederhana) serta uji hipotesis (uji t) semua pengolahan data dibantu dengan software SPSS 26. Hasil persamaan regresi linear sederhana antara X dan Y adalah Y = 6,092 + 0,913X.......e, ini berarti apabila ada peningkatan kecerdasan emosional sebesar 1 poin maka kualitas audit akan mengalami peningkatan sebesar 0,913, hasil Y menjadi sebesar 6,092 + 0,913 (1) = 7,005. Dari pengujian hipotesis, diperoleh variabel kecerdasan emosional memiliki nilai sig < 0,05 artinya signifikan, dengan thitung = 26,269 dan ttabel = 1,660. Maka variabel kecerdasan emosional memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kualitas audit. Hasil koefisien korelasi diperoleh nilai r = 0,934 ini berarti ada hubungan sedang yang menunjukkan bahwa peningkatan kecerdasan emosional pada umumnya dapat meningkatkan kualitas audit. Hasil koefisien determinasi (R2) = 87,2%. Artinya 87,2% variabel independen yaitu kecerdasan emosional dapat menjelaskan oleh variabel dependen yaitu kualitas audit yang dihasilkan. Sedangkan sisanya 12,8% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh penelitian ini.</p>2026-05-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Andi Silvanhttps://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/3486Analisis Laju Sedimentasi Sungai Benenain dan Pengaruhnya Terhadap Kondisi Banjir pada Ruas Hilir Sungai Benenain Provinsi Nusa Tenggara Timur2026-05-07T04:51:47+00:00Marianus Andre Nekamarianusandre53@gmail.comAna Nurganah Chaidarana.nurganah@itb.ac.id<p>Sungai Benenain merupakan salah satu sungai utama di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki potensi sedimentasi tinggi akibat kondisi topografi daerah aliran sungai yang bervariasi antara wilayah hulu dan hilir. Proses sedimentasi pada ruas hilir menyebabkan pendangkalan dasar sungai, perubahan morfologi alur, serta penurunan kapasitas tampung sungai yang berdampak terhadap peningkatan potensi banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju angkutan sedimen, perubahan morfologi sungai, serta pengaruhnya terhadap kondisi banjir pada ruas hilir Sungai Benenain selama periode 2019–2023. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui analisis hidraulik, analisis angkutan sedimen, serta pemodelan hidrodinamika satu dimensi dan dua dimensi menggunakan perangkat lunak HEC-RAS. Data penelitian meliputi data debit, tinggi muka air, sedimen dasar, sedimen layang, dan Digital Elevation Model (DEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan debit aliran menyebabkan tegangan geser dasar melampaui tegangan geser kritis sehingga meningkatkan laju transport sedimen. Distribusi kecepatan dan shear stress pada tikungan sungai tidak merata, yang menyebabkan erosi pada sisi luar tikungan dan deposisi pada sisi dalam tikungan. Perubahan morfologi sungai berupa agradasi dan degradasi dasar sungai mengakibatkan penurunan kapasitas aliran pada ruas hilir sehingga meningkatkan risiko banjir. Penanganan berupa kombinasi bangunan krib dan riprap dinilai efektif dalam mengurangi erosi dan meningkatkan kestabilan morfologi sungai.</p>2026-05-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Marianus Andre Neka, Ana Nurganah Chaidarhttps://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/2833Evaluasi Kepuasan Pelanggan terhadap Pengalaman Kuliner di Restoran MoonTaste Surabaya2025-11-28T03:54:19+00:00Eddy Roesdionoeddyroesdiono@monaskuliner.ac.idArvel Luis Sanjayaarvel.tjondro@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pelanggan terhadap pengalaman kuliner di Restoran MoonTaste. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan penyebaran kuesioner kepada 30 responden. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik demografis, frekuensi kunjungan, serta penilaian terhadap berbagai indikator pengalaman kuliner yang mencakup kualitas makanan, pelayanan, kebersihan, suasana, fasilitas, hingga kepuasan secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 19–33 tahun dengan rata-rata usia 23 tahun dan didominasi laki-laki sebanyak 21 orang. Frekuensi kunjungan sebagian besar berada pada kategori 1–2 kali sebulan. Secara umum, responden menyatakan puas dengan kualitas layanan, khususnya pada aspek rasa makanan yang enak, kebersihan restoran, suasana makan yang menyenangkan, serta pelayanan staf yang ramah dan profesional. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang dinilai belum maksimal, yaitu variasi menu, presentasi makanan, dan fasilitas restoran yang perlu ditingkatkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Restoran MoonTaste telah berhasil menciptakan pengalaman kuliner yang memuaskan, namun tetap perlu melakukan inovasi dan perbaikan pada aspek tertentu untuk meningkatkan loyalitas pelanggan.</p>2026-05-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Eddy Roesdiono, Arvel Luis Sanjayahttps://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/3172Identifikasi Bakteri Vibrio Cholerae DAN Vibrio Parahaemolyticus pada Kerang Hijau Penjual Makanan Seafood di Warung Tenda Pinggir Jalan di Wilayah Kemayoran dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam2026-05-04T03:25:12+00:00Alyaa Shabrina Arifinalyaashabrinaa@gmail.comPratami Adityaningsaripratami.adityaningsari@yarsi.ac.idIntan Keumala Dewiintan.keumala@yarsi.ac.idMuhammad Arsyadmuhammad.arsyad@yarsi.ac.idFirman Arifandifirman.arifandi@yarsi.ac.id<p>Kerang hijau (Perna viridis) merupakan bahan pangan laut yang banyak dikonsumsi masyarakat, namun sifatnya sebagai filter feeder berpotensi menyebabkan akumulasi bakteri patogen, termasuk Vibrio cholerae dan Vibrio parahaemolyticus yang dapat menimbulkan foodborne diseases. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan kedua bakteri tersebut pada kerang hijau yang dijual di warung tenda pinggir jalan wilayah Kemayoran serta meninjaunya dari perspektif kesehatan dan pandangan Islam. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan enam sampel kerang hijau mentah dan matang yang diuji menggunakan metode Total Plate Count (TPC), isolasi pada media ADP dan TCBS, pewarnaan Gram, serta uji biokimia. Hasil penelitian menunjukkan sampel mentah memiliki jumlah koloni bakteri melebihi batas aman BPOM, sedangkan sampel matang menunjukkan penurunan signifikan dan berada dalam batas aman konsumsi. Secara morfologi ditemukan karakter yang mengarah pada Vibrio sp., namun hasil uji biokimia menunjukkan seluruh isolat tidak sesuai dengan profil Vibrio cholerae maupun Vibrio parahaemolyticus sehingga dinyatakan negatif. Dari perspektif Islam, kerang hijau halal secara zat, namun aspek thayyib harus dipenuhi melalui pengolahan higienis untuk menghindari risiko kesehatan. Dengan demikian, pemrosesan yang tepat diperlukan agar konsumsi kerang hijau tetap aman dan sesuai prinsip halalan thayyiban.</p>2026-05-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Alyaa Shabrina Arifin, Pratami Adityaningsari, Intan Keumala Dewi, Muhammad Arsyad, Firman Arifandihttps://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/3245Analisis Kampanye ZAP Wulan Guritno : Persepsi Publik dan Dampaknya terhadap Citra Brand melalui Pendekatan Netnografi2026-05-04T03:46:02+00:00Muhammad Nadiv Avillanadivpnk@gmail.comAndi Joshuaanjosptr@gmail.comYuniarso Dwiatmojoydatmojo@gmail.comOvalia OvaliaOvalia.rukmana@bakrie.ac.id<p>Fenomena pemasaran melalui media sosial telah berkembang pesat, terutama dengan melibatkan figur publik sebagai duta merek, yang memberikan dampak signifikan terhadap persepsi konsumen. Kampanye ZAP Wulan Guritno Healing Feels Better Together menjadi contoh bagaimana media sosial dapat menciptakan keterhubungan emosional antara merek dan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman dan persepsi konsumen terhadap kampanye tersebut melalui pendekatan netnografi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 15 partisipan yang aktif berinteraksi dengan kampanye ini di media sosial. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul dari data. Temuan utama menunjukkan bahwa kampanye ini berhasil membangun citra positif merek ZAP dan meningkatkan kepercayaan diri konsumen, meskipun juga memunculkan ketegangan terkait standar kecantikan yang dipromosikan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperkaya pemahaman tentang pemasaran digital yang lebih memperhatikan aspek emosional dan sosial dalam hubungan merek-konsumen. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat digunakan oleh pemasar untuk merancang kampanye yang lebih inklusif, dengan mempertimbangkan dampak sosial dari representasi kecantikan dalam media sosial. Penelitian ini juga membuka ruang eksplorasi lebih lanjut mengenai dinamika sosial yang timbul dalam interaksi konsumen dengan merek melalui media sosial (instagram dan tiktok).</p>2026-05-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muhammad Nadiv Avilla, Andi Joshua, Yuniarso Dwiatmojo, Ovalia Ovaliahttps://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/3263Pengaruh Penggunaan Alat Peraga dalam Pembelajaran Struktur Lapisan Bumi terhadap Hasil Belajar Siswa2026-05-01T22:37:39+00:00Verga Zidnyvergazidny@gmail.comErman Ermanerman@unesa.ac.idEnny Susiyawatiennysusiyawati@unesa.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat peraga dalam pembelajaran struktur lapisan bumi terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas VII SMP. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pre-experimental design melalui one group pretest-postest design. Subjek dalam penelitian ini adalah 33 siswa kelas VII SMP Negeri di Sidoarjo. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes mencakuppretest dan posttest sebanyak 25 butir soal pilihan ganda dalam bentuk test berbasis paper and pencil test. Data hasil belajar telah dilakukan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov untuk melihat apakah data berdistribusi normal atau tidak. Lalu, hasil tes dianalisis menggunakan uji N-Gain untuk mengukur peningkatan hasil belajar siswa dan uji-t berpasangan pada data hasil belajar sebelum dan sesudah dilakukan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan terhadap hasil belajar siswa setelah penggunaan alat peraga struktur lapisan bumi, terlihat dalam Effect Size berkategori tinggi sebesar 3,4 dan dalam uji N-Gain didapatkan nilai rata-rata 64% atau 0.64 pada tingkat signifikasi 5% atau 0.05 yang tergolong dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil tersebut, menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga lapisan bumi dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa.</p>2026-05-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Verga Zidny, Erman Erman, Enny Susiyawatihttps://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/3281Pengaruh Work Engagement dan Psychological Empowerment terhadap Organizational Commitment Dimoderasi dengan Perceived Organizational Support2026-05-06T09:42:26+00:00Fadhil Azzihady Tafwimul Afnillahfadhilazzihadyt.a@gmail.comYudi Nur Supriadiyudinursupriadi@upnvj.ac.id<p>Penelitian ini menganalisis pengaruh work engagement dan psychological empowerment terhadap organizational commitment dengan perceived organizational support (POS) sebagai variabel moderasi pada karyawan perbankan Indonesia. Latar belakang didasari tingginya turnover (12,5%) dan rendahnya engagement (22%) di sektor jasa keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 400 karyawan perbankan di Jabodetabek melalui purposive sampling, dianalisis menggunakan SEM-PLS dengan SmartPLS 4.0. Hasil menunjukkan work engagement berpengaruh positif signifikan terhadap organizational commitment (b=0,316; p<0,05), psychological empowerment berpengaruh positif signifikan (b=0,330; p<0,05), POS berpengaruh positif signifikan (b=0,358; p<0,05), POS memperkuat hubungan work engagement dengan komitmen (b interaksi=0,287; p<0,05); namun POS tidak memoderasi hubungan psychological empowerment dengan komitmen (b interaksi=-0,002; p>0,05). Model menjelaskan 41,9% varians komitmen (R²=0,419). Implikasi secara teoretis, temuan memperkaya integrasi JD-R Model, Psychological Empowerment Theory, dan Organizational Support Theory dengan menunjukkan POS hanya sebagai penguat (amplifier) untuk work engagement tetapi tidak untuk psychological empowerment. Secara praktis, manajemen perbankan disarankan membedakan strategi peningkatan work engagement harus disertai penguatan POS, sementara pemberdayaan psikologis dapat dilakukan secara independen untuk memperkuat komitmen dan menurunkan turnover.</p>2026-05-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fadhil Azzihady Tafwimul Afnillah, Yudi Nur Supriadihttps://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/3412Implementasi Sustainability-Oriented Human Resource untuk Peningkatan Kualitas Pendidikandan Penempatan Ausbildung Ke Jerman2026-05-05T09:15:01+00:00Reni Febriyantifeb.rere@gmail.com<p>Penerapan <em>Sustainability-Oriented Human Resource Management</em> (SOHRM) menjadi pendekatan strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berorientasi keberlanjutan, khususnya pada pendidikan vokasi. Program Ausbildung sebagai model pendidikan berbasis praktik membutuhkan sistem pengelolaan SDM yang tidak hanya efektif, tetapi juga adaptif terhadap tuntutan keberlanjutan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi SOHRM di PT CPI Bandung dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta efektivitas penempatan peserta Ausbildung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen terhadap 5 informan kunci yang terlibat langsung dalam program Ausbildung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SOHRM melalui praktik <em>green HRM</em> mampu meningkatkan kompetensi berkelanjutan peserta Ausbildung sebesar 25%. Selain itu, pendekatan ini juga meningkatkan kesiapan kerja, kesesuaian penempatan, serta kesadaran lingkungan peserta. SOHRM terbukti efektif dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi dan optimalisasi penempatan peserta Ausbildung. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan HR berbasis keberlanjutan sebagai strategi pengembangan SDM di lembaga pendidikan vokasi di Indonesia.</p>2026-05-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Reni Febriyantihttps://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/3452The Relationship Between Big Five Personality Traits and Self-Regulated Learning in the Workplace: The Mediating Role of Goal Orientation2026-05-05T08:41:42+00:00Haris Ali Akbarharis.akbar93@hotmail.comEndang Parahyantiendang.parahyanti@ui.ac.id<p>Shifts in work dynamics and the growing demand for self-directed learning in the workplace have made self-regulated learning increasingly important in organizational settings. However, research on internal factors that predict employees’ self-regulated learning remains limited, particularly with respect to the psychological mechanisms linking personality to self-regulated learning. This study aims to examine the relationship between three Big Five personality traits (conscientiousness, openness, and neuroticism) and self-regulated learning in the workplace, and to evaluate the mediating role of goal orientation (learning goal orientation and performance-avoid goal orientation) in these relationships. Drawing on the Dual Processing Self-Regulation Model and Five Factor Theory, this study examined the relationship between three Big Five personality traits (conscientiousness, openness, and neuroticism) and self-regulated learning in the workplace, and evaluated goal orientation (learning goal orientation and performance-avoid goal orientation) as a mediator. Using a cross-sectional correlational design, data were collected from 139 professionals, most of whom resided in Indonesia. Results indicated that conscientiousness and openness were positively correlated with self-regulated learning, whereas neuroticism was negatively correlated. Mediation analyses showed that learning goal orientation partially mediated the relationships between conscientiousness and openness and self-regulated learning, while performance-avoid goal orientation partially mediated the relationship between neuroticism and self-regulated learning. These findings suggest that individual differences in employees’ self-regulated learning are related to both personality and goal orientation, and highlight goal orientation as a motivational pathway that helps explain, in part, the relationship between personality and self-regulated learning in the workplace.</p>2026-05-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Haris Ali Akbar, Endang Parahyantihttps://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/2918Penambahan Bubuk Kopi terhadap Peningkatan Rasa dan Tekstur pada Produk Spaghetti sebagai Upaya Inovasi dalam Pengembangan Kuliner2026-05-04T02:36:48+00:00Rizky Kukuh Meidyriantomeidyrianto@monaskuliner.ac.idElsa Agustin elsa300804@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan bubuk kopi terhadap rasa dan tekstur spageti sebagai upaya inovasi dalam pengembangan kuliner. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan Randomized Control Trial (RCT), di mana spageti dibuat dengan variasi penambahan bubuk kopi sebanyak 20% dan 40% dari total berat tepung. Analisis dilakukan melalui uji sensori dengan panelis dan pengukuran objektif menggunakan texture analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubuk kopi memberikan perubahan yang signifikan terhadap karakteristik rasa dan tekstur. Dari segi rasa, bubuk kopi menghadirkan kompleksitas rasa yang unik dengan aroma yang khas dan aftertaste pahit yang dapat memperkaya profil rasa spageti. Namun, pada konsentrasi tinggi, rasa pahit dapat mendominasi dan mengurangi penerimaan konsumen. Dari segi tekstur, bubuk kopi berinteraksi dengan gluten dan pati dalam adonan, sehingga menyebabkan peningkatan kekerasan dan elastisitas spageti. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya meliputi optimalisasi proporsi bubuk kopi, eksplorasi metode pencampuran yang lebih efektif, dan studi lebih lanjut tentang interaksi senyawa aktif kopi terhadap tekstur pasta. Inovasi ini berpotensi untuk mengembangkan produk kuliner baru dengan ciri khas unik yang dapat diterima pasar.</p>2026-05-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rizky Kukuh Meidyrianto, Elsa Agustin https://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/3175Higienitas Makanan pada Kantin Sekolah Swasta dan Kantin Sekolah Negeri di Wilayah Tangerang Selatan dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam2026-05-05T08:45:11+00:00Yulianti Nur Fadiahyuliantinurfadiah@gmail.com Pratami Adityaningsaripratami.adityaningsari@yarsi.ac.id Ike Irmawati Purbo Astutiike.2110@gmail.comAfrizal Twafrizal.tw@yarsi.ac.id<p>Higienitas makanan merupakan hal penting yang harus diperhatikan untuk mencegah berbagai risiko kesehatan yang disebabkan oleh makanan yang tidak higienis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kebersihan makanan yang disajikan di kantin sekolah swasta dan negeri di Tangerang Selatan, serta untuk mengkaji penerapannya berdasarkan prinsip halalan thayyiban menurut Islam. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan pengambilan sampel makanan dari kantin sekolah swasta ICM dan sekolah negeri SMAN 2 Tangerang Selatan. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung, wawancara dengan penjual makanan, dan uji mikrobiologi terhadap sampel makanan. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode statistik deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sampel makanan di kantin sekolah negeri tidak memenuhi standar kebersihan yang baik, dengan kontaminasi bakteri seperti Escherichia coli, Salmonella sp., dan Staphylococcus aureus. Sementara itu, kantin sekolah swasta menunjukkan kondisi yang lebih baik meskipun masih ada beberapa sampel yang terkontaminasi. Penelitian ini menyarankan agar pengelola kantin lebih memperhatikan kebersihan makanan dan penerapan prinsip halalan thayyiban, untuk memastikan makanan yang aman, sehat, dan sesuai dengan ajaran Islam.</p>2026-05-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yulianti Nur Fadiah, Pratami Adityaningsari, Ike Irmawati Purbo Astuti, Afrizal Twhttps://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/3247Optimalisasi Peran Tipidter Polres Pandeglang dalam Penanganan Kasus Cyber Crime di Era Digital2026-05-04T03:36:10+00:00Ibnu Sina Bustamanibnubustaman3@gmail.com<p>Perkembangan teknologi digital yang pesat telah meningkatkan kompleksitas dan jumlah kasus kejahatan siber, sehingga menjadi tantangan serius bagi aparat penegak hukum, khususnya di tingkat kewilayahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kinerja TIPIDTER Polres Pandeglang dalam penanganan kasus cyber crime serta mengidentifikasi hambatan dan strategi optimalisasi yang diperlukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan melibatkan informan kunci seperti penyidik dan anggota TIPIDTER. Validitas data diuji melalui teknik triangulasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TIPIDTER memiliki tingkat efektivitas yang cukup baik dalam mendeteksi, menyelidiki, dan menyelesaikan kasus cyber crime, yang ditunjukkan oleh peningkatan tingkat penyelesaian kasus. Namun demikian, masih terdapat berbagai hambatan seperti keterbatasan teknologi, kurangnya SDM yang kompeten di bidang siber, kendala regulasi, serta koordinasi antar lembaga yang belum optimal. Faktor pendukung seperti komitmen pimpinan, pelatihan, dan pemanfaatan teknologi turut meningkatkan kinerja. Kesimpulannya, optimalisasi menyeluruh melalui peningkatan kapasitas SDM, penguatan teknologi, dan pembaruan regulasi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas penegakan hukum dan kepercayaan masyarakat di era digital.</p>2026-05-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ibnu Sina Bustamanhttps://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/3301Persepsi Nilai dan Pengalaman Nasabah dalam Penggunaan Produk Tabungan Bank DKI Jakarta2026-05-06T09:43:22+00:00Dimas Indira Anggorodimasindira.a@gmail.comAlfatih S. Manggabaranialfatihsikki@upnvj.ac.id<p>Persaingan industri perbankan yang semakin ketat menuntut bank untuk mampu menciptakan nilai yang dirasakan nasabah dan pengalaman positif dalam penggunaan produk tabungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi nilai dan pengalaman nasabah dalam penggunaan produk tabungan Bank DKI Jakarta melalui pendekatan kuantitatif dengan pengukuran customer perceived value. Persepsi nilai nasabah dipahami sebagai evaluasi menyeluruh terhadap manfaat yang dirasakan dibandingkan dengan pengorbanan yang dikeluarkan, yang mencakup nilai fungsional, emosional, dan sosial. Pengalaman nasabah mencerminkan keseluruhan interaksi nasabah dengan produk dan layanan perbankan yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan penyebaran kuesioner kepada 100 nasabah aktif Bank DKI Jakarta yang telah menggunakan produk tabungan minimal enam bulan. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS melalui uji validitas, uji reliabilitas, analisis statistik deskriptif, dan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel. Analisis deskriptif mengindikasikan bahwa persepsi nilai dan pengalaman nasabah berada pada kategori baik. Hasil regresi menunjukkan bahwa customer perceived value berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengalaman nasabah dalam penggunaan produk tabungan Bank DKI Jakarta. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan persepsi nilai sebagai faktor utama dalam menciptakan pengalaman nasabah yang positif dan berkelanjutan di sektor perbankan.</p>2026-05-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dimas Indira Anggoro, Alfatih S. Manggabaranihttps://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/3306Pengaruh Kualitas Kompetensi dan Kualitas Kompensasi Terhadap Pencegahan Fraud Serta Efek Moderasi Pengendalian Internal Bank ABC2026-05-05T08:37:28+00:00Marlina Resubunmarlina.20232111081@ibs.ac.idRozi A. Sabilrozi.sabil@ibs.ac.idBatara M Simatupangbatara.ms@ibs.ac.idAntyo Pracoyo antyo.pracoyo@ibs.ac.id<p>Fraud merupakan ancaman serius bagi industri perbankan yang dapat mengganggu stabilitas keuangan dan kepercayaan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas kompetensi dan kualitas kompensasi terhadap pencegahan fraud, dengan pengendalian internal sebagai variabel moderasi. Penelitian ini dilakukan pada Bank ABC di Kota Jayapura menggunakan metode kuantitatif. Objek penelitian mencakup seluruh pegawai Bank ABC, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang melibatkan 100 responden. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 27. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa kualitas kompetensi dan kualitas kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan fraud. Sementara itu, hasil analisis moderasi mengungkap bahwa pengendalian internal tidak berperan sebagai moderator dalam hubungan antara kualitas kompetensi dan pencegahan fraud. Namun, pengendalian internal memiliki efek moderasi negatif terhadap hubungan antara kualitas kompensasi dan pencegahan fraud. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi institusi keuangan, khususnya dalam merancang strategi yang lebih efektif dalam mencegah fraud melalui peningkatan kompetensi dan kompensasi karyawan serta pengelolaan pengendalian internal yang lebih optimal.</p>2026-05-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Marlina Resubun, Rozi A. Sabil, Batara M Simatupang, Antyo Pracoyo https://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/3426Analisis Pengukuran Kinerja Operasional Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soeratno Gemolong dengan Pendekatan Balanced Scorecard2026-05-04T03:58:05+00:00Lora Fetresia Lintang Ariskalorafetresialintangarika@gmail.comErni Widajantierniwidajanti@gmail.com<div><span lang="id">Penelitian ini dilaksanakan pada Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soeratno Gemolong yang beralamat di Jl. R Ngt Tjitrosantjoko 10, Gemolong, Sragen, Jawa Tengah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran strategis manajemen operasi dalam menjamin efektivitas pelayanan kesehatan. Saat ini, sistem penilaian kinerja pada RSUD dr. Soeratno Gemolong masih bersifat konvensional dengan menitikberatkan pada perspektif keuangan dan kepuasan pelanggan secara terpisah, sehingga belum mampu menggambarkan performa organisasi secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja rumah sakit menggunakan pendekatan Balanced Scorecard (BSC) yang mencakup empat perspektif utama. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif untuk periode 2021–2024. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Perspektif keuangan berkategori baik secara ekonomis dan efektif, namun kurang efisien akibat pembengkakan biaya operasional pasca-2021; 2) Perspektif pelanggan berkategori sangat baik pada aspek kepuasan dan cukup pada retensi, meski kemandirian finansial (Cost Recovery Rate) menurun; 3) Perspektif proses bisnis internal berkategori cukup, di mana kualitas klinis sangat baik namun optimalisasi fasilitas (BOR dan TOI) belum mencapai standar ideal; 4) Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran berkategori baik dengan tingkat loyalitas karyawan yang sangat tinggi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa RSUD dr. Soeratno Gemolong memiliki keunggulan pada kualitas medis dan SDM, namun memerlukan evaluasi strategis dalam efisiensi biaya dan optimalisasi utilitas fasilitas guna mencapai kinerja organisasi yang seimbang. Manfaat dari penelitian ini adalah Menambah referensi ilmu manajemen kinerja, khususnya penerapan Balanced Scorecard pada sektor rumah sakit, Menjadi bahan evaluasi bagi RSUD dr. Soeratno Gemolong dalam meningkatkan efisiensi biaya, kualitas layanan, dan kinerja organisasi secara menyeluruh, Memberikan masukan bagi pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan peningkatan kinerja rumah sakit, Sebagai referensi bagi penelitian sejenis di masa mendatang</span></div>2026-05-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Lora Fetresia Lintang Ariska, Erni Widajantihttps://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/3458Analisis Peran Teknologi Digital dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Publik2026-05-05T08:17:24+00:00Cahyo Purnomocahyo.2024120006@stmik-borneo.ac.idIlham Karunia Akbarilham.2024120003@stmik-borneo.ac.id Joy Nasharjoy.nashar@stmik-borneo.ac.id<p>Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai sektor, termasuk sektor pelayanan publik. Transformasi digital dalam pemerintahan menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas layanan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teknologi digital dalam meningkatkan kualitas layanan publik serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai jurnal, laporan kebijakan, dan dokumen resmi terkait transformasi digital pemerintahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital seperti egovernment, sistem informasi manajemen, aplikasi pelayanan daring, serta integrasi basis data mampu mempercepat proses layanan, mengurangi birokrasi yang berbelit, meningkatkan transparansi informasi, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan publik. Digitalisasi juga mendukung pengambilan keputusan berbasis data (datadriven decision making) yang lebih akurat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Namun demikian, implementasi teknologi digital dalam layanan publik masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan infrastruktur, kesenjangan literasi digital, resistensi terhadap perubahan, serta isu keamanan dan perlindungan data. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang komprehensif berupa peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan regulasi, investasi infrastruktur, serta peningkatan kesadaran masyarakat agar transformasi digital dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.</p>2026-05-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Cahyo Purnomo, Ilham Karunia Akbar, Joy Nashar