https://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/issue/feedCerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia2026-04-02T07:04:39+00:00Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesiacerdikapublikasiindonesia@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia</strong> in the form of research and can be accessed openly. This journal is published once a month by Publikasi Indonesia. </p> <p><strong>Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia</strong> provides a means for ongoing discussion of relevant issues that fall within the focus and scope of the journal that can be empirically examined. This journal publishes research articles covering multidisciplinary sciences, which include: Humanities and social sciences, Engineering, Health, Law, and medical sciences.<br />Journal has become a member of Crossref (Prefix: 10.36418) with Online ISSN <strong><a title="e ISSN" href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1610933445" target="_blank" rel="noopener">2774-6534</a></strong> and Print ISSN <strong><a title="ISSN" href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1610603508">2774-6291</a></strong></p>https://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/3103Analisis Pola Konsumsi Bawang Merah Rumatangga Peserta Program Keluarga Harapan Kota Pekanbaru2026-03-27T03:01:36+00:00Ella Anggrainiella.anggraini2946@student.unri.ac.idDjaimi Bakceella.anggraini2946@student.unri.ac.idSyaiful Hadiella.anggraini2946@student.unri.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi bawang merah oleh rumahtangga peserta Program Keluarga Harapan di Kota Pekanbaru. Analisis pola konsumsi berdasarkan jumlah anggota rumahtangga, pendidikan ibu/kepala rumahtangga, dan jenis pekerjaan. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 315 responden dari penerima Program Keluarga Harapan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini melalui analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola konsumsi yang dianalisis berdasarkan jumlah anggota rumahtangga, pendidikan ibu/kepala rumahtangga, dan jenis pekerjaan, semakin banyak jumlah anggota rumahtangga, jumlah konsumsi bawang merah semakin sedikit. Semakin tinggi tingkat pendidikan ibu/kepala rumahtangga, maka jumlah konsumsi bawang merah semakin sedikit. Rumahtangga yang bekerja di sektor formal memiliki jumlah konsumsi bawang merah lebih tinggi. Pemerintah disarankan untuk memperkuat program penyuluhan gizi, meningkatkan akses pendidikan formal maupun nonformal, serta memperluas pelatihan keterampilan bagi rumahtangga penerima Program Keluarga Harapan untuk mendorong pola konsumsi pangan yang lebih efisien dan meningkatkan peluang pekerjaan yang lebih stabil untuk rumahtangga miskin.</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ella Anggraini, Djaimi Bakce, Syaiful Hadihttps://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/3113Krisis Representasi dan Oligarki: Analisis Wacana Kritis dalam Slogan Demonstrasi Mahasiswa2026-03-27T03:06:26+00:00Jonathan Jonathanjonathan.76.j4@gmail.comRangga Pasha Pasharanggapasha14@gmail.comReza Juliandry Juliandryzaaadry@gmail.comAbdurrachman Amby Ambyabdurrachmanambi@gmail.comFad’hal Khalid Khalidfadhalkhalid@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena krisis representasi di Indonesia, di mana lembaga perwakilan dinilai gagal menyerap aspirasi publik dan cenderung melayani kepentingan oligarki. Hal ini memicu gelombang demonstrasi mahasiswa dengan tuntutan "17+8 Tuntutan Rakyat". Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana kritis dalam slogan demonstrasi mahasiswa serta relevansinya dengan prinsip keadilan ekonomi dan pendidikan kewarganegaraan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka terhadap dokumen ilmiah, slogan demonstrasi, dan publikasi terkait gerakan mahasiswa tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan strategi kognitif melalui metafora (seperti "demokrasi dikremasi") dan kosakata keagamaan untuk membingkai realitas politik. Wacana dibangun melalui oposisi biner yang mengontraskan gaya hidup hedonis elit dengan penderitaan rakyat, yang selaras dengan kritik terhadap pelanggaran difference principle dalam teori keadilan John Rawls. Selain itu, aksi ini diidentifikasi sebagai manifestasi keberhasilan pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk literasi kewarganegaraan (civic literacy). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa slogan demonstrasi bukan sekadar retorika, melainkan alat diskursif efektif untuk menuntut pemulihan substansi demokrasi yang terdistorsi oleh dominasi fraksi partai.</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jonathan Jonathan, Rangga Pasha Pasha, Reza Juliandry Juliandry, Abdurrachman Amby Amby, Fad’hal Khalid Khalidhttps://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/3036Analisis Kritis Terhadap Implementasi Pendidikan Karakter di Indonesia: Mengapa Sekolah Gagal Membentuk Moralitas?2026-03-27T02:47:54+00:00Bariroh Baridbarirohbarid@students.unnes.ac.idEko Handoyoeko.handoyo@mail.unnes.ac.idFathur Rokhmanfathurrokhman@mail.unnes.ac.id<p>Pendidikan karakter telah ditetapkan sebagai mandat fundamental dan pilar strategis dalam arsitektur sistem pendidikan nasional Indonesia, yang secara operasional diwujudkan melalui program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan integrasi Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka. Meskipun kerangka regulasi telah disusun secara komprehensif, realitas empiris di lapangan memperlihatkan adanya paradoks yang mencolok antara idealisme kebijakan dengan outcome perilaku peserta didik. Eskalasi fenomena degradasi moral yang semakin variatif, mulai dari perundungan fisik dan siber (cyberbullying), tawuran yang berevolusi menjadi kriminalitas terorganisir, hingga perilaku koruptif yang melibatkan kaum terpelajar, mengindikasikan adanya kegagalan sistemik dalam proses internalisasi nilai di institusi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif bukti-bukti empiris kegagalan pendidikan karakter dan menganalisis faktor determinan penyebabnya melalui pendekatan manajemen pendidikan. Penelitian ini mengadopsi metode studi kepustakaan (library research) dengan menelaah dokumen laporan resmi pemerintah, hasil survei berskala nasional maupun internasional, serta literatur ilmiah yang relevan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kegagalan pendidikan karakter di Indonesia terkonfirmasi oleh stagnasi skor PISA pada domain iklim sekolah dan kedisiplinan, lonjakan drastis angka kekerasan anak berdasarkan data KPAI dan FSGI, serta stagnasi Indeks Persepsi Korupsi yang mencerminkan rapuhnya integritas publik. Analisis kausalitas menunjukkan bahwa kegagalan ini bukan peristiwa tunggal, melainkan akibat dari dominasi hegemoni aspek kognitif dalam sistem evaluasi pembelajaran, ketidaksiapan kompetensi dan mentalitas guru sebagai figur teladan (role model) akibat beban administratif, serta adanya disonansi nilai yang tajam antara narasi sekolah dengan realitas sosial dan lingkungan keluarga.</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Bariroh Barid, Eko Handoyo, Fathur Rokhmanhttps://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/3114Hubungan antara Pola Konsumsi Dairy Products dengan Derajat Keparahan Akne Vulgaris pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi2026-03-27T03:24:45+00:00Trynita Eugenia Juliana Suothtrynitasuoth011@student.unsrat.ac.idTara Sefanya Kairupantarakairupan@unsrat.ac.idMarlyn Grace Kapantowgrakapantow@unsrat.ac.id<p>Latar Belakang: Akne Vulgaris (AV) adalah gangguan peradangan kulit kronis yang umum pada unit pilosebaceous. AV menduduki peringkat ke-8 secara global dengan jumlah penderita mencapai 9,4% populasi dunia dan 87,5% di Indonesia. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam terjadinya AV adalah dairy products. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi dairy products dengan derajat keparahan AV pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 87 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi yang menderita akne vulgaris dan dipilih menggunakan metode probability stratified random sampling. Pola konsumsi dairy products dinilai menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan derajat keparahan AV dinilai menggunakan klasifikasi Lehmann et al. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi 5% (? = 0,05). Hasil: penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki derajat keparahan akne vulgaris ringan (63,2%), diikuti derajat sedang (29,9%) dan berat (6,9%). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa konsumsi susu full cream (? = –0,038; p = 0,727), susu low fat (? = –0,055; p = 0,612), susu skim (? = –0,108; p = 0,317), yogurt (? = 0,029; p = 0,791), keju (? = –0,174; p = 0,107), dan es krim (? = –0,028; p = 0,795) tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan derajat keparahan akne vulgaris. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi dairy products dengan derajat keparahan akne vulgaris pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Trynita Eugenia Juliana Suoth, Tara Sefanya Kairupan, Marlyn Grace Kapantow