Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, Januari 2025, 5 (1), 231-242
p-ISSN: 2774-6291 e-ISSN: 2774-6534
Available online at http://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/index
Memprediksi Niat Beli Dan Perilaku Konsumen Terhadap Produk Perawatan Kulit Hijau Di Indonesia
231
MEMPREDIKSI NIAT BELI DAN PERILAKU KONSUMEN
TERHADAP PRODUK PERAWATAN KULIT HIJAU DI
INDONESIA
Anisa Fitri Nurhidayah1*, Arnolt Kristian Pakpahan2
Universitas Trisakti,Indonesia
anisaffn@gmail.com
Abstrak
Masalah keberlanjutan dan kesadaran lingkungan menjadi perhatian utama di banyak
industri, termasuk industri perawatan kulit. Meskipun kesadaran terhadap produk perawatan
kulit ramah lingkungan meningkat di Indonesia, tantangan tetap ada, termasuk kurangnya
pemahaman konsumen dan berkurangnya ketersediaan produk. Tujuan dari penelitian ini
untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi niat pembelian dan perilaku
pembelian konsumen terhadap produk perawatan kulit yang ramah lingkungan. Ini
termasuk kepedulian lingkungan, sikap terhadap produk ramah lingkungan, norma
subjektif, pengendalian perilaku yang dirasakan, dan ketersediaan. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Data primer dikumpulkan
melalui kuesioner daring terhadap 210 responden dan dianalisis menggunakan pemodelan
persamaan struktural (SEM) melalui perangkat lunak SPSS dan AMOS. Untuk memastikan
kualitas data, validitas dan reliabilitas instrumen diuji. Studi ini menemukan bahwa persepsi
lingkungan, sikap, kendali perilaku yang dirasakan, dan ketersediaan memiliki dampak
positif yang signifikan terhadap niat pembelian. Namun, norma subjektif tidak
menunjukkan pengaruh yang signifikan, yang menunjukkan bahwa keputusan konsumen
dipengaruhi oleh faktor pribadi daripada tekanan sosial. Studi ini menunjukkan pentingnya
meningkatkan edukasi konsumen tentang manfaat produk ramah lingkungan dan
meningkatkan distribusi untuk meningkatkan ketersediaan produk. Lebih jauh lagi, studi ini
memberikan wawasan kepada perusahaan yang dapat membantu mereka mengembangkan
strategi pemasaran yang lebih efektif untuk mempromosikan penerapan produk ramah
lingkungan. Penelitian masa depan yang memperluas ukuran sampel dan
mempertimbangkan variabel tambahan direkomendasikan untuk memberikan perspektif
yang lebih komprehensif.
Kata kunci: Persepsi lingkungan, sikap terhadap norma subjektif, kontrol perilaku yang
dirasakan, ketersediaan, dan niat pembelian.
Abstract
Supportability and natural mindfulness are major concerns in numerous businesses,
counting the skincare industry. In spite of the fact that mindfulness of eco-friendly skincare
items is expanding in Indonesia, challenges stay, counting need of customer understanding
and diminished item accessibility. The reason of this consider was to analyze the variables
that impact shopper buy purposeful and obtaining behavior towards eco-friendly skincare
items. These incorporate natural concern, demeanor towards eco-friendly items, subjective
standards, seen behavioral control, and accessibility. This think about utilized a
quantitative approach with a causal plan. Essential information were collected through an
internet survey from 210 respondents and analyzed utilizing basic condition modeling
(SEM) through SPSS and AMOS program. To guarantee information quality, the legitimacy
and unwavering quality of the rebellious were tried. The ponder found that natural
discernment, state of mind, seen behavioral control, and accessibility had a noteworthy
positive affect on buy deliberate. Be that as it may, subjective standards did not appear a
Anisa Fitri Nurhidayah1*, Arnolt Kristian Pakpahan2/Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 2(2), 231-243
Memprediksi Niat Beli Dan Perilaku Konsumen Terhadap Produk Perawatan Kulit Hijau Di Indonesia
232
noteworthy impact, showing that buyer choices are influenced by individual variables
instead of social weight. This think about recommends the significance of expanding
customer instruction about the benefits of eco-friendly items and making strides conveyance
to extend item accessibility. Besides, this think about gives bits of knowledge to companies
that can offer assistance them create more viable promoting procedures to advance the
appropriation of eco-friendly items. Future investigate that extends the test estimate and
considers extra factors is prescribed to supply a more comprehensive viewpoint.
Keywords: Environmental Concern, Attitude Towards, Subjective Norms, Perceived
Behavioral Control, Availability, and Intention to Purchase.
*Correspondence Author: Anisa Fitri Nurhidayah
Email: anisaffn@gmail.com
PENDAHULUAN
Dalam beberapa tahun terakhir, isu keberlanjutan dan perubahan iklim telah
menjadi perhatian utama di seluruh dunia. Kekhawatiran atas dampak negatif
aktivitas manusia terhadap lingkungan mendorong perubahan besar dalam
preferensi konsumen, terutama dalam industri perawatan kulit. Penekanannya
adalah pada apa yang disebut "produk hijau", yaitu produk yang ramah lingkungan
dan berkelanjutan. Permintaan global terhadap produk ini tumbuh pesat karena
konsumen semakin sadar akan pentingnya perlindungan lingkungan. Menurut Al
Mamun et al. (2020) Konsumen semakin menuntut produk yang tidak hanya
memberikan manfaat langsung namun juga mendukung keberlanjutan jangka
panjang. Lebih lanjut, penelitian Ritter et al. (2015) menunjukkan bahwa
konsumen di berbagai negara berkembang mulai mengadopsi praktik ramah
lingkungan dalam keputusan konsumsinya.
Tren serupa juga terjadi di Indonesia, dimana terdapat peningkatan minat
terhadap produk perawatan kulit ramah lingkungan. Namun, masih terdapat
tantangan dalam penerapan produk ramah lingkungan, seperti kurangnya kesadaran
konsumen dan pemahaman tentang manfaat produk (Arlanti, 2019). Kesadaran
lingkungan belum sepenuhnya tercermin dalam niat pembelian dan perilaku nyata
saat mengonsumsi produk ramah lingkungan. Menurut penelitian Junaedi (2005),
meskipun banyak konsumen Indonesia yang sadar lingkungan, hanya sedikit yang
benar-benar beralih ke produk ramah lingkungan. Faktor-faktor seperti harga,
ketersediaan dan kurangnya pendidikan tetap menjadi hambatan terbesar. Intansari
& Muslichah, (2022) menambahkan bahwa faktor psikologis, sosial dan ekonomi
berperan penting dalam mempengaruhi keputusan konsumen terhadap kosmetik
ramah lingkungan.
Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk memahami niat dan
perilaku pembelian konsumen Indonesia terhadap produk perawatan kulit yang
ramah lingkungan. Dengan jumlah penduduk yang besar dan pasar yang
berkembang pesat, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama
dalam industri produk hijau global. Namun, untuk mewujudkan potensi ini,
Anisa Fitri Nurhidayah1*, Arnolt Kristian Pakpahan2/Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 2(2), 231-243
Memprediksi Niat Beli Dan Perilaku Konsumen Terhadap Produk Perawatan Kulit Hijau Di Indonesia
233
diperlukan pemahaman lebih mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi
pengambilan keputusan konsumen. Menurut (Kotler, 2018), perilaku konsumen
merupakan elemen kunci dari strategi pemasaran yang sukses. Oleh karena itu,
tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor tersebut dan
memberikan panduan praktis bagi para pelaku industri.
Kesadaran dan pengetahuan tentang produk ramah lingkungan merupakan
faktor utama yang memengaruhi niat pembelian konsumen. Menurut (Arlanti,
2019), tingkat kesadaran konsumen terhadap isu lingkungan erat kaitannya dengan
minat mereka terhadap produk ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan temuan
Junaedi (2005) yang menunjukkan bahwa konsumen yang lebih sadar lingkungan
cenderung lebih banyak membeli produk ramah lingkungan.
Handayani (2012) menyoroti pentingnya atribut produk seperti kualitas dan
inovasi dalam meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produk ramah
lingkungan. Hal ini didukung oleh penelitian Halim & Iskandar (2019) yang
menunjukkan bahwa fitur produk yang unggul dapat meningkatkan niat pembelian
dan menghasilkan loyalitas jangka panjang.
Intansari dan Muslichah (2022) menyatakan bahwa faktor sosial seperti
pengaruh keluarga dan teman serta faktor psikologis seperti sikap dan keyakinan
berperan penting dalam mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen. Lebih
lanjut, penelitian Singhal (2018) menemukan bahwa sikap konsumen terhadap
pemasaran hijau secara signifikan mempengaruhi keputusan pembelian mereka.
Studi ini berfokus pada konsumen Indonesia dan memberikan informasi
terkini tentang situasi setempat. Dalam penelitian sebelumnya oleh Mamun et al.
(2020) dan Ritter et al. (2015) memberikan wawasan global tetapi tidak menyelidiki
tren pasar di negara berkembang seperti Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini
mengisi kesenjangan tersebut dengan menyelidiki faktor-faktor unik yang
memengaruhi kemauan membeli dan perilaku pembelian konsumen terhadap
produk ramah lingkungan di Indonesia.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kesadaran,
pengetahuan, dan sikap konsumen terhadap produk perawatan kulit yang ramah
lingkungan terhadap niat pembelian mereka. Mengidentifikasi atribut produk yang
memengaruhi loyalitas pelanggan terhadap produk ramah lingkungan. Menyelidiki
peran faktor sosial dan psikologis dalam memengaruhi perilaku pembelian
konsumen. Laporan ini memberikan rekomendasi praktis kepada pelaku industri
untuk meningkatkan adopsi produk ramah lingkungan di Indonesia. Dengan
memahami dinamika ini, studi ini bertujuan untuk berkontribusi pada
pengembangan strategi pemasaran yang efektif untuk mendukung keberlanjutan
lingkungan.
Anisa Fitri Nurhidayah1*, Arnolt Kristian Pakpahan2/Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 2(2), 231-243
Memprediksi Niat Beli Dan Perilaku Konsumen Terhadap Produk Perawatan Kulit Hijau Di Indonesia
234
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal untuk
menguji hubungan antara variabel yang memengaruhi niat pembelian dan perilaku
konsumen terhadap produk perawatan kulit yang ramah lingkungan. Pendekatan
kuantitatif ini cocok untuk menggambarkan fenomena yang dapat diukur secara
statistik (Sekaran & Bougie, 2016).
Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang digunakan adalah survei kuesioner untuk mengumpulkan
data primer. Metode survei memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi
hubungan antara variabel secara langsung dari tanggapan responden (Hair et al.,
2018).
Populasi dan Sampel
Populasi: konsumen produk perawatan kulit ramah lingkungan di Indonesia.
Sampel: Sampel diambil dengan menggunakan metode convenience sampling.
Kriterianya adalah responden aktif menggunakan produk perawatan kulit ramah
lingkungan. Besar sampel yang digunakan sebanyak 210 responden seperti dilansir
Hair et al. Disarankan. (2018) melakukan analisis dengan menggunakan Structural
Equation Modeling (SEM).
Metodologi Pengumpulan Data
Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner online yang berisi
pernyataan berdasarkan skala Likert 5 poin. Deskripsi kuesioner dirancang untuk
mengukur variabel-variabel berikut:
Kepedulian terhadap lingkungan
• Sikap
• Norma subyektif
• Kontrol perilaku yang dirasakan
• Ketersediaan
• Niat membeli (Mamun et al., 2020; Kotler & Armstrong, 2018).
Metode Analisis Data
Validitas dan Reliabilitas: Pengujian validitas menggunakan analisis faktor
konfirmatori (CFA) dan pengujian reliabilitas menggunakan alpha Cronbach untuk
memastikan konsistensi internal (Hair et al., 2018).
Analisis Data: Data dianalisis menggunakan pemodelan persamaan struktural
(SEM) dengan perangkat lunak SPSS dan AMOS. SEM dipilih karena
memungkinkan pengujian hubungan kausal secara simultan antara beberapa
variabel (Hair et al., 2018).
Prosedur Penelitian
Mengembangkan kuesioner berdasarkan literatur sebelumnya.
Uji coba kuesio ner akan dilakukan untuk memeriksa validitas dan reliabilitasnya.
• Data primer akan dikumpulkan dari responden melalui kuesioner online.
• Teknik SEM digunakan untuk menganalisis data dan menguji hipotesis.
Anisa Fitri Nurhidayah1*, Arnolt Kristian Pakpahan2/Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 2(2), 231-243
Memprediksi Niat Beli Dan Perilaku Konsumen Terhadap Produk Perawatan Kulit Hijau Di Indonesia
235
HASIL DAN PEMBAHASAN
Uji Validitas
Validasi awal instrumen dilakukan untuk memastikan bahwa pernyataan
kuesioner dapat mengukur variabel yang dimaksud secara akurat. Uji validitas
menggunakan analisis faktor konfirmatori (CFA) dengan kriteria nilai pemuatan
faktor 0,40 atau lebih tinggi dianggap valid (Hair et al., 2018). Dalam penelitian ini,
semua pernyataan untuk setiap variabel diuji dan ditunjukkan bahwa sebagian besar
item memenuhi kriteria validitas.
Tabel 1. Hasil Uji Validitas
Indikator
Factor
Loading
Keputusan
Environmental Concern
Saya menggunakan produk perawatan kulit hijau
karena saya berusaha untuk berkontribusi pada
lingkungan yang sehat.
0.830
Valid
Saya mengejar bahan-bahan alami saat membeli produk perawatan kulit ramah
lingkungan (Green kincare Products).
0.757
Saya memiliki kesadaran dan pengetahuan lingkungan yang cukup tentang produk
perawatan kulit ramah lingkungan.
0.667
Attitude Towards
Saya memiliki sikap positif terhadap produk perawatan kulit hijau (Green Skincare
Products).
0.707
Saya lebih suka menggunakan produk perawatan kulit hijau (Green Skincare
Products).
0.606
Saya lebih suka membeli produk perawatan kulit ramah lingkungan karena lebih
menguntungkan.
0.675
Menurut saya, membeli produk perawatan kulit ramah lingkungan (Green Skincare
products) adalah perilaku yang positif.
0.613
Saya pikir membeli produk perawatan kulit ramah lingkungan adalah ide bagus.
0.641
Subjective Norms
Anisa Fitri Nurhidayah1*, Arnolt Kristian Pakpahan2/Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 2(2), 231-243
Memprediksi Niat Beli Dan Perilaku Konsumen Terhadap Produk Perawatan Kulit Hijau Di Indonesia
236
Saya akan membeli produk perawatan kulit hijau ketika anggota keluarga saya
merekomendasikannya.
0.774
Saya akan membeli produk perawatan kulit hijau ketika teman saya
merekomendasikannya.
0.718
Saya belajar bagaimana membedakan produk perawatan kulit hijau dari produk
perawatan kulit konvensional dari orang tua saya.
0.767
Saya belajar bagaimana membedakan produk perawatan kulit hijau dari produk
perawatan kulit konvensional dari teman-teman saya.
0.765
Media sosial dapat mempengaruhi keputusan saya untuk membeli produk perawatan
kulit ramah lingkungan.
0.405
Perceived Behavioral Control
Saya mampu membeli produk perawatan kulit hijau (Green Skincare Products).
0.737
Dalam hidup saya akan memegang teguh prinsip sikap peduli lingkungan (Green
Attitude).
0.568
Saya bersedia membeli produk perawatan kulit hijau.
0.761
Saya dapat menemukan penjual produk perawatan kulit hijau di dekat lokasi saya.
0.591
Saya mempunyai waktu untuk mencari produk perawatan kulit ramah lingkungan.
0.767
Availability
Saya dapat dengan mudah membeli produk perawatan kulit hijau.
0.719
Saya menggunakan produk perawatan kulit ramah lingkungan karena menawarkan
lebih banyak pilihan.
0.623
Saya lebih suka membeli produk perawatan kulit hijau secara online daripada
mengunjungi toko.
0.614
Saya lebih suka membeli produk perawatan kulit hijau secara online karena lebih
mudah.
0.719
Saya lebih suka membeli produk perawatan kulit hijau secara online karena
menawarkan metode pembayaran yang berbeda.
0.669
Intention to Purchase
Saya berniat membeli produk perawatan kulit ramah lingkungan di masa mendatang.
0.734
Anisa Fitri Nurhidayah1*, Arnolt Kristian Pakpahan2/Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 2(2), 231-243
Memprediksi Niat Beli Dan Perilaku Konsumen Terhadap Produk Perawatan Kulit Hijau Di Indonesia
237
Saya akan beralih menggunakan produk perawatan kulit hijau di masa mendatang.
0.675
Saya lebih suka membeli produk perawatan kulit hijau daripada produk perawatan
kulit konvensional
0.600
Saya akan membeli produk perawatan kulit ramah lingkungan karena berkontribusi
positif terhadap lingkungan.
0.683
Saya ingin menerapkan konsumsi ramah lingkungan.
0.651
Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 22
Berdasarkan tabel 1 diatas untuk pengujian validitas dari variabel
Environmental Concern, Attitude Towards, Subjective Norms, Perceived
Behavioral Control, Availability dan Intention to Purchase dinyatakan valid, karena
karena berada di atas 0,40 yang mengukur masing-masingnya. Faktor-faktor yang
digunakan dalam variabel niat pembelian dianggap tepat dan oleh karena itu dapat
digunakan dan layak untuk diselidiki. Nilai pemuatan faktor yang lebih tinggi
menunjukkan bahwa pernyataan tersebut memberikan kontribusi lebih besar
terhadap variabel tersebut. Alat penelitian ini menunjukkan validitas konstruk dan
oleh karena itu cocok untuk digunakan dalam analisis lebih lanjut.
Uji Reliabilitas
Reliabilitas diuji menggunakan alpha Cronbach untuk mengukur konsistensi
internal instrumen. Nilai alpha Cronbach 0,60 dianggap reliabel (Sikaran &
Bogie, 2016). Beberapa indikator memiliki nilai pemuatan faktor yang rendah,
seperti pernyataan pengaruh media sosial (0,405). Hal ini mungkin disebabkan oleh
perbedaan pengalaman responden atau penggunaan media sosial sebagai sumber
informasi. Tabel 2. Hasil Uji Realibilitas
No
Variabel
Jumlah Item
Pertanyaan
Cronbach’s
Alpha
Keterangan
1.
Environmental Concern
3
0.613
Reliabel
2.
Attitude Towards
5
0.650
Reliabel
3.
Subjective Norms
5
0.773
Reliabel
4.
Perceived Behavioral Control
5
0.709
Reliabel
5.
Avalability
5
0.668
Reliabel
6.
Intention to Purchase
5
0.683
Reliabel
Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 22
Berdasarkan tabel 2. di atas dapat disimpulkan bahwa seluruh item
Anisa Fitri Nurhidayah1*, Arnolt Kristian Pakpahan2/Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 2(2), 231-243
Memprediksi Niat Beli Dan Perilaku Konsumen Terhadap Produk Perawatan Kulit Hijau Di Indonesia
238
penyataan yang digunakan untuk mengukur variabel Environmental Concern,
Attitude Towards, Subjective Norms, Perceived Behavioral Control, Availability
dan Intention to Purchase hasil alpha Cronbach untuk semua variabel tersebut
berada di atas 0,60, maka pernyataan dalam penelitian ini dinilai bermanfaat dan
reliabel, sehingga dinyatakan reliabel. Reliabel yang rendah untuk beberapa item
dapat menunjukkan bahwa perlu merevisi atau menambahkan pernyataan yang
lebih spesifik untuk meningkatkan konsistensi dalam penelitian berikutnya.
Tabel 3. Hasil Uji Goodness of Fit Model
Berdasarkan pemeriksaan nilai kebaikan kecocokan pada tabel di atas,
langkah-langkah menunjukkan kebaikan kecocokan, yaitu ECVI, CMIN/DF, dan
AIC. Menurut Hair et al., (2017) suatu model penelitian layak digunakan apabila
salah satu kriteria pengukuran kesesuaian terpenuhi.
Uji Hipotesis
Hipotesis dirumuskan dalam penelitian ini menggunakan metode structural
equality modeling (SEM). Menurut Sekaran (2017) dasar pengambilan keputusan
pengujian hipotesis adalah sebagai berikut: Jika nilai p kurang dari atau sama
dengan 0,05, Ho tidak didukung dan Ha didukung, yang berarti ada pengaruh
signifikan antara kedua variabel yang diuji. . Jika nilai p lebih besar dari 0,05, Ho
didukung tetapi Ha tidak. Ini berarti tidak ada pengaruh signifikan antara kedua
variabel yang diuji. Hipotesis penelitian diuji menggunakan pemodelan persamaan
struktural (SEM). Jika nilai p kurang dari atau sama dengan 0,05, hipotesis
dianggap didukung. Hasil pengujian hipotesis ditunjukkan dalam tabel berikut.
Tabel 4. Hasil Uji Hipotesis
Hipotesis
Estimasi
P-
Keputusan
Anisa Fitri Nurhidayah1*, Arnolt Kristian Pakpahan2/Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 2(2), 231-243
Memprediksi Niat Beli Dan Perilaku Konsumen Terhadap Produk Perawatan Kulit Hijau Di Indonesia
239
Value
H1: Environmental Concern terhadap Intention
to Purchase
0,324
0,017
H1
Didukung
H2: Attitude Towards terhadap Intention to
Purchase
0,206
0,002
H2
Didukung
H3: Subjective Norms terhadap Intention to
Purchase
0,193
0,061
H3
Tidak
Didukung
H4:Perceived Behavioral Control terhadap
Intention to Purchase
0,144
0,001
H4
Didukung
H5: Availability terhadap Intention to Purchase
0,328
0,045
H5
Didukung
Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 22
H1 : Environmental Concern berpengaruh positif terhadap Intention to
Purchase
Berdasarkan hipotesis pertama, nilai signifikansi menunjukkan 0,017.
Dengan β sebesar 0,05 dan nilai estimasi (β) sebesar 0,324, dapat disimpulkan
bahwa terdapat pengaruh positif antara kesadaran lingkungan dengan niat
pembelian. Hal ini menunjukkan bahwa semakin sadar lingkungan konsumen,
semakin besar pula pengaruhnya terhadap niat pembelian mereka terhadap produk
perawatan kulit ramah lingkungan. Hasil penelitian ini mendukung penelitian
sebelumnya oleh (Mamun et al., 2020) yang menemukan bahwa kepedulian
lingkungan mempengaruhi niat pembelian.
H2 : Attitude Towards berpengaruh positif terhadap Intention to Purchase
Hasil penelitian Berdasarkan hipotesis kedua, nilai signifikansinya adalah
0,002<. 0,05 dan nilai estimasi (β) sebesar 0,206 maka dapat disimpulkan bahwa
terdapat pengaruh positif antara sikap dengan minat beli. Hal ini menunjukkan
bahwa semakin tinggi sikap dan perilaku konsumen terhadap produk perawatan
kulit ramah lingkungan, maka akan semakin mempengaruhi niat pembelian mereka
terhadap produk perawatan kulit ramah lingkungan. Hasil penelitian ini mendukung
penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Mamun et al., 2020) yang menemukan
adanya pengaruh Attitude Towards terhadap Intention to Purchase.
H3 : Subjective Norms tidak berpengaruh terhadap Intention to Purchase
Berdasarkan hipotesis ketiga, nilai signifikansinya adalah 0,061 > 0,05 dan
nilai estimasi (β) adalah 0,193. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh
antara norma subjektif dengan minat beli. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi
konsumen terhadap orang lain tidak memengaruhi niat mereka untuk membeli
produk perawatan kulit yang ramah lingkungan. Hasil penelitian ini berbeda dengan
penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Mamun et al., 2020) yang menemukan
adanya pengaruh Subjective Norms terhadap Intention to Purchase.
H4 : Perceived Behavioral Control berpengaruh positif terhadap Intention to
Purchase
Anisa Fitri Nurhidayah1*, Arnolt Kristian Pakpahan2/Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 2(2), 231-243
Memprediksi Niat Beli Dan Perilaku Konsumen Terhadap Produk Perawatan Kulit Hijau Di Indonesia
240
Berdasarkan hipotesis keempat, nilai signifikansinya adalah 0,001<. 0,05
dan nilai estimasi (β) sebesar 0,144 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat
pengaruh positif antara persepsi kendali perilaku dengan minat beli. Hal ini
menunjukkan bahwa semakin tinggi kesadaran dan kemampuan konsumen dalam
menggunakan produk perawatan kulit yang ramah lingkungan, maka semakin besar
pula pengaruhnya terhadap niat pembelian konsumen terhadap produk perawatan
kulit yang ramah lingkungan. Hasil penelitian ini mendukung penelitian
sebelumnya yang dilakukan oleh (Mamun et al., 2020) yang menemukan adanya
pengaruh Perceived Behavioral Control terhadap Intention to Purchase.
H5 : Availability berpengaruh positif terhadap Intention to Purchase
Berdasarkan hipotesis kelima, nilai signifikansi menunjukkan 0,045<. 0,05
dan nilai estimasi (β) sebesar 0,328 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat
pengaruh positif antara ketersediaan dengan minat pembelian. Hal ini menunjukkan
bahwa semakin mudah konsumen mempersepsikan produk perawatan kulit hijau
tersedia, semakin besar pula dampaknya terhadap niat konsumen untuk membeli
produk perawatan kulit hijau. Hasil penelitian ini mendukung penelitian
sebelumnya yang dilakukan oleh (Mamun et al., 2020) yang menemukan adanya
pengaruh Availability terhadap Intention to Purchase.
KESIMPULAN
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Environmental Concern,
Attitude Towards, Perceived Behavioral Control, dan Availability memiliki
pengaruh positif signifikan terhadap niat beli konsumen produk perawatan kulit
ramah lingkungan di Indonesia. Namun norma subjektif tidak memberikan
pengaruh yang signifikan sehingga menunjukkan bahwa keputusan pembelian
konsumen terhadap produk ramah lingkungan lebih dipengaruhi oleh faktor pribadi
dibandingkan tekanan sosial. Temuan ini menyoroti pentingnya menciptakan
kesadaran akan lingkungan, sikap positif, dan kemudahan akses terhadap produk
ramah lingkungan dalam strategi pemasaran. Dalam praktiknya, hal ini berarti
bahwa perusahaan dapat memberikan penekanan yang lebih besar pada pendidikan
konsumen dan distribusi produk untuk meningkatkan penggunaan produk
perawatan kulit ramah lingkungan.
Anisa Fitri Nurhidayah1*, Arnolt Kristian Pakpahan2/Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 2(2), 231-243
Memprediksi Niat Beli Dan Perilaku Konsumen Terhadap Produk Perawatan Kulit Hijau Di Indonesia
241
BIBLIOGRAFI
Arlanti, E., & Suyanto, A. (2019). "Analisis Kesadaran, Pengetahuan, dan Sikap
Konsumen Tentang Lingkungan Serta Pengaruhnya terhadap Minat Beli
Green Product Cosmetics." Almana: Jurnal Manajemen dan Bisnis, 3(3).
https://doi.org/10.36555/almana.v3i3.1252
Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2018). Multivariate Data
Analysis. Edisi 8. United Kingdom: Cengage Learning EMEA.
Hakim. (2012). internalisasi nilai-nilai agama islam dalam pembentukan sikap dan
perilaku siswa sekolah dasar islam terpadu al muttaqin kota tasikmalaya.
jurnal pendidikan agama islam, 10(1).
Halim, N. R., & Iskandar, D. A. (2019). Pengaruh Kualitas Produk, Harga dan
Persaingan terhadap Minat Beli. Jurnal Riset Manajemen Dan Bisnis
(JRMB) Fakultas Ekonomi UNIAT, 4(3), 415424. DOI:
https://doi.org/10.36226/jrmb.v4i3.291
Handayani, N. T. (2012). Pengaruh Atribut Produk Terhadap Loyalitas Pelanggan
Green Product Sepeda Motor Honda Injection. Management Analysis
Journal, 16. DOI 10.15294/maj.v1i2.1344
Intansari, M. M., & Muslichah, I. (2022). "Faktor-faktor yang Melatarbelakangi
Minat Beli Konsumen pada Kosmetik Ramah Lingkungan di Indonesia."
Selekta Manajemen: Jurnal Mahasiswa Bisnis & Manajemen, 1(4), 220-236.
https://orcid.org/0000-0002-9267-3100
Jalil, M. I. A., Lada, S., Bakri, M. A., & Hassan, Z. (2021). Halal Cosmetics
Repurchase Intention: the Role of Marketing on Social Media. Journal of
Islamic Monetary Economics and Finance, 7(4), 629650.
https://doi.org/10.21098/jimf.v7i4.1379
Junaedi. (2005). Pengaruh Kesadaran Lingkungan pada Niat Beli Produk Hijau:
Studi Perilaku Konsumen Berwawasan Lingkungan. jurnal manajemen dan
bisnis, 9(2), 189201. DOI: 10.23917/benefit.v9i2.1210
Kanuk, S. dan. (2007). Perilaku Konsumen (Edisi Kedu). Jakarta: PT. Indeks
Gramedia.
Kapoor. (2019). Personal Finance. New York: McGraw-Hill.
Kotler, P., & Armstrong, G. (2018). Principles of Marketing Global Edition 17th
Edition. London: Pearson Education.
Mamun, A. Al, Nawi, N. C., Hayat, N., & Zainol, N. R. B. (2020). Predicting the
purchase intention and behaviour towards green skincare products among
Malaysian consumers. Sustainability (Switzerland), 12(24), 118.
https://doi.org/10.3390/su122410663
Promotosh, Barua., & I. M. S. (2011). Young Consumers’ Purchase Intentions of
Buying Green Products. Umeå School of Business, Swedia.
DOI:10.13140/RG.2.1.2068.3684
Rath, R. C. (2013). An impact of Green marketing on practices of supply chain
management in Asia Emerging Economic opportunities and challenges.
Anisa Fitri Nurhidayah1*, Arnolt Kristian Pakpahan2/Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 2(2), 231-243
Memprediksi Niat Beli Dan Perilaku Konsumen Terhadap Produk Perawatan Kulit Hijau Di Indonesia
242
International journal of supply chain management, (2). DOI:
https://doi.org/10.59160/ijscm.v2i1.699
Sekaran, U. and Bougie, R. (2016). Research Methods for Business: A Skill-
Building Approach (7 ed.). John Wiley & Sons.
Singhal, A., & Malik, G. (2018). The attitude and purchasing of female consumers
towards green marketing related to cosmetic industry. Journal of Science and
Technology Policy Management. DOI:10.1108/JSTPM-11-2017-0063
© 2025 by the authors. Submitted for possible open access publication under the
terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA)
license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/).